Sebut Israel Rasis, Ahmadinejad Dilempari Hidung Badut

Kompas.com - 21/04/2009, 11:45 WIB

JENEWA,KOMPAS.com-Aksi walk out sekitar 30 negara mewarnai konferensi antirasisme PBB di Swiss, Senin (20/4), saat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berpidato.

Dalam pidatonya itu, Ahmadinejad menggambarkan Israel sebagai bangsa yang "benar-benar rasis". Seketika itu juga, puluhan delegasi yang hadir berdiri dan meninggalkan ruang sidang.

Tak lama sebelumnya dua orang pengunjuk rasa yang mengenakan rambut palsu berwarna warni menyela pidato Presiden Iran itu. Namun, para delegasi yang tetap tinggal di dalam ruang sidang memberi sambutan meriah saat Ahmadinejad melanjutkan pidatonya.

Perancis mengatakan pidato Ahmadinejad adalah sebuah "pidato kebencian" dan delegasi Amerika mengatakan pidato itu sangat "keji". Sebelumnya, sejumlah negara telah menyatakan memboikot pertemuan ini.

Aksi walk out ini merupakan tamparan besar bagi PBB. Padahal, PBB sangat berharap konferensi ini menjadi contoh sebuah langkah terbaik yang seharusnya dilakukan PBB, yaitu bersatu melawan ketidakadilan dunia.

Aksi walkout yang dilakukan delegasi dari setidaknya 30 negara ini terjadi hanya beberapa menit setelah pidato dimulai. Sebagian besar delegasi menyatakan akan tetap berpartisipasi dalam konferensi, sedangkan delegasi Republik Ceko akhirnya memilih ikut memboikot.

Satu dari dua orang pengunjuk rasa yang dibawa keluar dari ruang konferensi berhasil melemparkan sebuah hidung badut berwarna merah ke arah Presiden Iran sambil berteriak kepada Ahmadinejad "rasis, rasis".

Ahmadinejad, satu-satunya kepala negara yang menghadiri konferensi, mengatakan para imigran Yahudi dari Eropa dan Amerika dikirim ke Timur Tengah usai Perang Dunia II "untuk mendirikan sebuah pemerintahan rasis yang menduduki Palestina".

Kemudian Ahmadinejad melanjutkan "Dan sebagai balasan atas rasisme yang mengerikan di Eropa, mereka (Eropa dan Amerika) membantu mendirikan sebuah rezim yang sangat kejam dan rasis di Palestina."

"Segera setelah dia (Ahmadinejad) menyebut bangsa Yahudi dan Israel sebagai rasis, maka tak ada alasan bagi kami untuk tetap berada di dalam ruang sidang," kata Duta Besar Perancis Jean-Baptiste Mattei seperti dikutip Associated Press.

Duta besar Inggris, Peter Gooderham adalah salah satu yang meninggalkan ruang sidang. "Sebuah retorika seperti ini tak memiliki tempat di manapun dalam sebuah konferensi PBB yang mebahas isu rasisme dan bagaimana cara kita menghadapinya," katanya kepada BBC Radio 4.

"Pernyataannya adalah sebuah tuduhan yang kami kutuk dan kami tak memiliki keraguan apapun pada titik ini untuk meninggalkan ruang sidang."

Amerika Serikat, Israel, Kanada, Jerman, Italia, Belanda, Polandia dan Selandia Baru memboikot konferensi yang digelar di Jenewa ini, sebagai protes atas kehadiran Ahmadinejad.

Di Jerusalem, Presiden Israel Shimon Peres menggambarkan pernyataan Ahmadinejad sebagai sebuah "aib absolut". Sebelumnya, pemerintah Israel juga telah memanggil pulang duta besarnya di Swiss.

PBB cemas

    
Dalam jumpa pers usai berpidato, Ahmadinejad mengatakan bahwa negara-negara yang memboikot konferensi ini menunjukkan "arogansi dan keegoisan". Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Alejandro Wolff mengatakan pidato Ahmadinejad itu sama sekali tidak akurat. Selain itu, pidato tersebut tak hanya memalukan bagi PBB namun juga menjadi aib bagi Iran dan rakyat negeri itu.

"Kami mengimbau pada pemimpin Iran untuk menunjukkan pernyataan yang terukur, moderat dan konstruktif saat berhubungan dengan isu kawasan dan bukan mengeluarkan pernyataan keji, penuh kebencian dan penuh hasutan seperti ini," kata Wolff di markas PBB New York.

Sementara itu Menlu Perancis Bernard Kouchner telah memperingatkan delegasi Perancis akan melakukan walk out jika forum itu digunakan sebagai ajang untuk menyerang Israel.

"Pembelaan hak asasi manusia dan perjuangan melawan rasisme terlalu penting bagi PBB untuk tidak melawan semua bentuk pernyataan kebencian seperti itu, semua kata-kata tak pantas seperti itu," kata Kouchner usai melakukan walk out. "Menghadapi sikap seperti yang ditunjukkan presiden Iran, tak ada lagi kompromi," lanjut Kouchner.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menunjukkan rasa cemasnya terhadap aksi boikot dan pidato Ahmadinejad itu. Dia mengatakan Ahmadinejad telah menggunakan kesempatan pidatonya untuk menuduh, memecah belah dan bahkan menghasut.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau