Daerah Pemekaran Tidak Maksimal

Kompas.com - 21/04/2009, 13:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak tahun 1999 sampai dengan 2008 , sekitar 203 daerah pemekaran tidak mengarah pada pembentukan otonomi daerah yang ideal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas proses administrasi pemekaran daerah atau pembentukan Daerahn Otonomi Baru (DOB) menemukan pemekaran ini tidak didukung dengan suatu grand design yang jelas.

"Secara umum hasil pemeriksaan kinerja menunjukkan tidak terpenuhinya Standar Pelayanan Minimum dan tidak tercapainya sasaran yang telah ditetapkan," Ketua BPK Anwar Nasution, di sela Rapat Paripurna sekaligus penyerahan ikhtisar hasil pemeriksaan semester II 2008 kepada DPR, Jakarta, Selasa ( 21/4 ).

Anwar mengatakan pembentukan DOB yang datang dari inisiatif DPR sering kali mengabaikan ketentuan proses sesuai pembentukan DOB.

Dalam Hasil pemeriksaan semester II tahun 2008 , BPK juga melakukan pemeriksaan yang diarahkan pada aspek pelayanan dan administratif yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan memiliki nilai strategis lainnya. Pemeriksaan kinerja dilakukan terhadap 59 objek pemeriksaan yang mencakup proses administrasi pemekaran daerah, penyelenggaraan haji, dan pelayanan kesehatan.

BPK menilai bahwa penyelenggaraan haji musim 1428 H atau 2007 Masehi penyelenggaraanya tidak efektif. Hal ini dikaitkan dengan standar pelayanan minimum penyelenggaraan haji yang belum ada disetiap embarkasi, kebijakan strategis pola pemondokan yang belum disusun juga standar baku transportasi darat dan laut yang belum tersedia.

Untuk pelayanan kesehatan, BPK menemukan masih minimnya pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan beberapa Pemda serta Program Rehabilitasi dan Rekontruksi NAD-NIAS juga dinilai tidak sesuai. "Pelayanan minimum yang ada belum tercapai dan tepat sasaran," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau