JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, masih membicarakan persoalan daftar pemilih tetap dan carut marut penyelenggaraan pemilu. Hal itu dikatakan Prabowo kepada wartawan, usai mengadakan pertemuan dengan Mega, di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa ( 21/4 ).
"Kita masih membicarakan persoalan DPT, dan penyelenggaraan pemilu yang kami nilai sangat buruk serta terjadi hal-hal yang mengakibatkan pemilu tidak sesuai dengan standar dan kaidah demokrasi," kata Prabowo.
Mega dan Prabowo juga menyepakati akan kembali mengumpulkan sejumlah tokoh dan unsur partai politik untuk menindaklanjuti pernyataan bersama yang sudah dideklarasikan pekan lalu. Pertemuan lanjutan ini, dikatakan Prabowo bukan dalam rangka membahas boikot pemilu.
"Coba lebih konkret bahwa selama ini kita lihat KPU sendiri sudah menutup tabulasi data nasional padahal baru 7,5 persen suara yang ditabulasi. Ini jelas bukti konkret penyelenggaraan pemilu penuh masalah. Bawaslu sebagai institusi resmi, memidanakan KPU tapi pengaduannya langsung ditolak polisi," ujar mantan Danjen Kopassus ini.
Masalah kekacauan pemilu ini, menurutnya, harus dipersoalkan terus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang