JAKARTA, KOMPAS.com — Meski mensyaratkan penyelesaian karut-marut pemilu legislatif sebagai faktor pengajuan calon presiden, PDI Perjuangan tetap akan membahas calon wakil presiden yang akan mendampingi capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Siapa yang bakal diusung partai ini untuk mendampingi Megawati? Sampai sekarang belum jelas benar apakah Sultan HB X, Prabowo, Akbar Tanjung, atau Wiranto.
Ketua Bappilu yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, syarat yang diajukan bagi pendamping Mega adalah mempunyai "gerbong" alias basis dukungan yang kuat.
"Sultan? Ya belum tahu. Kita lihat Sultan pakai kendaraan apa. Untuk cawapres, ketokohan harus ada, punya parpol yang punya suara dan pendukung yang banyak sehingga ketika didampingkan dengan Ibu Mega bisa menambah suara," ungkap Tjahjo, Selasa (21/4) di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.
Seluruh kandidat yang sering disebut, menurutnya, masing-masing mempunyai kapasitas. "Tokoh-tokoh ini setidaknya punya dukungan internal partainya," kata Tjahjo.
Saat ditanya apakah cawapres Mega akan diputuskan pada Rakernas PDI Perjuangan 25 April mendatang, Tjahjo belum memastikan. Ia hanya mengatakan, beberapa kemungkinan opsi, di antaranya keputusan cawapres diserahkan kepada DPP atau daerah diminta untuk kembali mengajukan sejumlah nama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang