JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, hubungan calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Letjen TNI Purn Prabowo Subianto semakin mesra saja. Kedua pimpinan parpol ini pun telah berulang-ulang kali bertemu.
Terakhir, Selasa (22/4) pagi ini, mantan Danjen Kopassus tersebut kembali bertandang ke kediaman Mega di Jalan Teuku Umar 27A, Menteng, Jakarta. Bahkan, kabarnya, pimpinan partai Moncong Putih tersebut berniat menggandeng Prabowo sebagai calon wakil presidennya.
Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit mengatakan, Mega mengambil risiko jika berpasangan dengan mantan Pangkostrad tersebut. Alasannya cukup klasik, namun tetap berpeluang menjungkalkan Mega di Pilpres 2009. "Track record Prabowo tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagai calon pemimpin negara. Apa Mega benar mau ambil risiko," ujar Arbi ketika dihubungi Kompas.com sore ini.
Arbi melanjutkan, Mega dan Prabowo tengah mesra karena memiliki kesamaan pandangan bahwa pelaksanaan Pemilu Legislatis amburadul, dan berniat menjadikannya sebagai alat untuk mendelegitimasi pemerintahan SBY.
Lebih lanjut, jika nanti pasangan Mega-Prabowo memenangkan pertarungan di Pilpres mendatang, Arbi mengaku ragu jika Mega dapat 'mengontrol' Prabowo. "Soeharto yang jenderal bintang lima saja tidak bisa kontrol, apalagi Mega yang bintang nol," ujar Arbi tertawa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang