JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung diperkirakan tergelincir menuju pertarungan Pemilu Presiden 2009 akibat keterlibatannya pada skandal Buloggate pada tahun 2003.
Tokoh senior Golkar ini bahkan pernah divonis hukuman tiga tahun penjara walaupun pada bulan Februari 2004 Mahkamah Agung kemudian membebaskannya melalui putusan kasasi. "SBY kemungkinan tidak bersama Akbar Tanjung. Dia punya cacat karena kasus Bulog. Pencalonan Akbar sebagai pendamping SBY juga akan merusak citra pemberantasan korupsi pemerintahan SBY," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit, Selasa (21/4) sore.
Padahal, keberhasilan pemerintahan SBY dalam pemberantasan korupsi menjadi salah satu tema yang diusung Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif lalu.
Arbi juga menilai Akbar tidak memiliki integritas dan kapabilitas. Terlebih, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut diperkirakan lebih membutuhkan pendamping yang ahli di bidang ekonomi. Sebelumnya, nama Akbar disebut-sebut menguat sebagai calon wakil presiden di partai pohon beringin tersebut.
Selain dinilai memiliki pengalaman yang mengakar di parpol bernomor urut 23, Akbar juga dinilai berhasil membawa Golkar menjadi jawara pada Pemilu 2004.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang