JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga akhir Maret 2009, tingkat hunian ruang perkantoran di pasar Central Business District (CBD) Jakarta, yang berada di Jalan Sudirman Thamrin Rasuna Said dan Gatot Subroto, turun 2,4 persen dibandingkan Desember 2008.
Hal tersebut buntut dari krisis ekonomi global dan masuknya sejumlah pasokan baru yang belum diimbangi oleh tingkat permintaan yang sama sehingga meninggalkan ruang kosong yang belum tersewa sebesar 584.000 m2.
Demikian diungkap Kepala Departemen Riset Sektor Perkantoran Konsultan Properti Cushman & Wakefield Nurdin Setyawan di Jakarta, Selasa (21/4). Permintaan turun menjadi 28.500 meter persegi pada kuartal pertama tahun 2009 dari 106.700 meter persegi pada kuartal pertama 2008. Demikian dikatakan Nurdin.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa harga sewa gross rata-rata dalam rupiah naik 1,9 persen selama kuartal 2009 menjadi Rp 146.800 per meter persegi per bulan. Adapun dalam dollar AS turun 3,4 persen menjadi 12,7 dollar AS per meter persegi per bulan. "Ini dampak dari krisis global. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS sebesar 5,2 persen selama kuartal ini," ungkap Nurdin.
Sekalipun demikian, pada tingkat penyerapan persewaan perkantoran diharapkan masih dapat mencapai angka yang positif, walau tipis. Hal itu diungkapkan Kepala Departemen Marketing Sektor Perkantoran Cushman & Wakefield Fenty Mathias.
"Pencapaian positif itu mengingat aktivitas menempati ruangan di gedung perkantoran yang baru saja rampung masih akan terjadi dalam beberapa kuartal ke depan," pungkas Fenty.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang