SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya melantik Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur baru Rasiyo, Selasa (21/4) di Gedung Grahadi, Surabaya. Dalam pidatonya, gubernur mendorong sekretaris daerah terpilih untuk berkomitmen mengutamakan kaum miskin dan menyediakan lapangan pekerjaan.
"Sekretaris Daerah baru harus meloncat dari pola pikir pendidikan (jabatan Rasiyo sebelumnya) menuju pola pikir pro poor dan pro job," ujar Soekarwo, di sela acara pelantikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Rasiyo.
Menurut Soekarwo, penanganan kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan menjadi tugas baru Sekdaprov Jatim baru. Hal ini mendesak karena sekitar 6,8 juta penduduk Jatim atau 15,4 persen dari total jumlah masyarakat Jatim berada dalam garis kemiskinan.
"Penanganan kemiskinan difokuskan pada pengembangan agrobisnis dan agroindustri. Sebanyak 63 persen penduduk Jawa Timur adalah petani, namun kontribusi mereka pada pendapatan asli daerah (PAD) hanya berkisar 15,8 persen," jelas Soekarwo.
Pengganti Rasiyo
Sebelum menjabat sebagai Sekdaprov Jatim, Rasiyo bertugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dengan terpilihnya Rasiyo sebagai Sekdaprov Jatim, maka posisi tersebut kosong.
"Bulan April ini penggantian kepala dinas pendidikan Provinsi Jatim diharapkan terlaksana. Prinsipnya, penggantinya harus paham benar tentang dunia pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengungkapkan, selepas terpilihnya Rasiyo sebagai Sekdaprov Jatim baru, dipastikan akan muncul mutasi di jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Jatim. Proses mutasi akan dilaksanakan secepatnya agar memicu percepatan pelaksanaan program pemerintahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang