KPU Sarankan KPK "Datang" Setelah Pilpres

Kompas.com - 22/04/2009, 12:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengevaluasi pengadaan alat teknologi informasi tabulasi nasional Pemilu 2009, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyarankan KPK untuk melakukan pemeriksaan setelah rangkaian persiapan dan penyelenggaraan pemilihan presiden selesai dilakukan.

"Sebenarnya terserah KPK untuk atur waktu. Tapi sekarang kan persiapan pilpres sedang berjalan dan waktunya sangat mepet. Kalau boleh usul sih sesudah pilpres saja," kata Anggota KPU, Abdul Azis, di Gedung KPU, Rabu (22/4).

Menurut Azis, saat ini KPU sedang menghadapi beban kerja yang berat. Selain harus tetap melanjutkan kinerja untuk pemilihan legislatif, KPU juga harus mengerjakan tahapan persiapan pilpres.

Lagi pula, menurut Azis, teknologi informasi yang diadakan untuk pileg juga akan digunakan dalam tahapan pilpres. Azis mencontohkan jaringan TI yang digunakan dalam pemilihan legislatif juga akan digunakan sebagai jaringan untuk menampilkan sistem informasi logistik untuk pilpres.

Dengan demikian, seluruh proses pengadaan dan penggunaan TI dapat dilihat secara menyeluruh. Azis mengatakan, KPU telah terbuka soal pengadaan TI untuk tabulasi dengan memasang nilai tender di papan pengumuman dan di sejumlah media.

Meski demikian, pada dasarnya, Azis mengatakan bahwa KPU terbuka jika KPK ingin melakukan evaluasi atas dasar indikasi tindak pidana korupsi di dalamnya. Azis juga mengatakan, pihaknya sudah meminta inspektorat jenderal untuk mengkaji dan menelaah setiap tahapan pengadaan TI untuk tabulasi tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau