Belum Dicakup Jamkesmas? Tanggung Jawab Daerah!

Kompas.com - 22/04/2009, 18:17 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Kota/kabupaten agar membiayai pasien miskin yang belum tercakup dalam Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Saat ini baru Kota Solo, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Rembang yang telah memiliki sistem jaminan kesehatan untuk masyarakat miskinnya yang belum tercakup dalam Jamkesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto mengatakan, peserta Jamkesmas di Jawa Tengah mencapai 11.715.881 jiwa dengan jumlah masyarakat yang tidak masuk kuota Jamkesmas kurang lebih 400.000 jiwa. Provinsi akan menganggarkan Rp 2 miliar untuk mencakup masyarakat miskin yang tidak masuk kuota Jamkesmas.

"Masyarakat miskin yang belum masuk Jamkesmas agar ditanggung oleh bupati/wali kotanya, seperti Kota Solo ini sangat bagus. Masyarakat miskinnya ditanggung pemerintah kota, yang agak mampu sharing pembiayaan antara masyarakat dan pemkot," kata Hartanto seusai pembukaan Rapat Kerja Daerah Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Gede Balaikota Solo, Rabu (22/4).

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang membuka acara mengatakan, jaminan kesehatan yang telah dikembangkan beberapa kota/kabupaten diharapkan tidak hanya untuk pelayanan dasar di puskesmas atau rumah sakit rujukan setempat, tetapi juga dapat digunakan untuk rumah sakit rujukan antarkota/kabupaten atau rumah sakit rujukan dengan kelas lebih tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau