JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengakui bahwa penurunan suara dalam putaran pemilihan legislatif 2009 lebih disebabkan oleh konflik internal yang terjadi dalam tubuh partai bernomor urut 13 ini ketimbang kisruh daftar pemilih tetap (DPT) yang juga dipersoalkan oleh partai politik lainnya.
"Sesungguhnya penurunan perolehan suara PKB pada pemilu kali ini bukan karena masalah DPT namun lebih disebabkan karena konflik internal PKB yang kalau kita mau mengkaji lebih mendalam lagi sesungguhnya kita semua para kader PKB sedang mendapat ujian berdemokrasi dari KH Abdurahman Wahid," ujar Sandy Nayoan, caleg PKB dari dapil Sulawesi Utara ketika membacakan pernyataan sikap PKB terhadap Pemilu 2009 di DPP PKB Jl Sukabumi, Rabu (22/4).
Meski demikian, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Lily Chodijah Wahid mengatakan, justru pihaknya berterima kasih kepada KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur atas perannya dalam mengasah kedewasaan para kader partai.
"Kita positive thinking. Itulah yang kita hadapi. Konflik internal itu mematangkan caleg-caleg kita sendiri," lanjut adik perempuan Gus Dur ini.
Bagi PKB sendiri, ungkap Lily, Gus Dur masih menjadi bagian di dalamnya. Sementara itu, Lily juga tak dapat memungkiri bahwa kelakuan putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang mendekat ke beberapa partai politik sebelumnya ternyata juga berperan positif bagi PKB.
"Dengan bajing loncatnya Yenny, justru bukannya membuat konstituen PKB pergi. Justru karena bingung, mereka pikir lebih baik tak usah pindah ke mana-mana," tandas Lily.
Pemilu Sah
Dalam perolehan suara demikian, PKB mengakui bahwa Pemilu 2009 sah meski cela mewarnai hampir berbagai aspek penyelenggaraannya. Lily sendiri mengakui bahwa banyak surat suara rusak yang dijumpai akhirnya menghilangkan hak suara untuk caleg PKB.
Bahkan di daerah pemilihannya, Jatim II, surat suara rusak mencapai 40 persen. Namun, PKB tetap menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 sah.
"Semua memang mengalami. Tapi kalau kita ribut di situ aja bagaimana? Kita ini ke depan kan mau menyelenggarakan pemerintahan yang berlanjut kepada rakyat," tutur Lily.
Namun, dalam proses persiapan dan penyelenggaraan pilpres mendatang, PKB berharap KPU dapat memperbaiki kelemahan dan kesalahan yang dilakukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang