Penurunan Suara PKB akibat Konflik Internal

Kompas.com - 22/04/2009, 18:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengakui bahwa penurunan suara dalam putaran pemilihan legislatif 2009 lebih disebabkan oleh konflik internal yang terjadi dalam tubuh partai bernomor urut 13 ini ketimbang kisruh daftar pemilih tetap (DPT) yang juga dipersoalkan oleh partai politik lainnya.

"Sesungguhnya penurunan perolehan suara PKB pada pemilu kali ini bukan karena masalah DPT namun lebih disebabkan karena konflik internal PKB yang kalau kita mau mengkaji lebih mendalam lagi sesungguhnya kita semua para kader PKB sedang mendapat ujian berdemokrasi dari KH Abdurahman Wahid," ujar Sandy Nayoan, caleg PKB dari dapil Sulawesi Utara ketika membacakan pernyataan sikap PKB terhadap Pemilu 2009 di DPP PKB Jl Sukabumi, Rabu (22/4).

Meski demikian, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Lily Chodijah Wahid mengatakan, justru pihaknya berterima kasih kepada KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur atas perannya dalam mengasah kedewasaan para kader partai.

"Kita positive thinking. Itulah yang kita hadapi. Konflik internal itu mematangkan caleg-caleg kita sendiri," lanjut adik perempuan Gus Dur ini.

Bagi PKB sendiri, ungkap Lily, Gus Dur masih menjadi bagian di dalamnya. Sementara itu, Lily juga tak dapat memungkiri bahwa kelakuan putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang mendekat ke beberapa partai politik sebelumnya ternyata juga berperan positif bagi PKB.

"Dengan bajing loncatnya Yenny, justru bukannya membuat konstituen PKB pergi. Justru karena bingung, mereka pikir lebih baik tak usah pindah ke mana-mana," tandas Lily.

Pemilu Sah
Dalam perolehan suara demikian, PKB mengakui bahwa Pemilu 2009 sah meski cela mewarnai hampir berbagai aspek penyelenggaraannya. Lily sendiri mengakui bahwa banyak surat suara rusak yang dijumpai akhirnya menghilangkan hak suara untuk caleg PKB.

Bahkan di daerah pemilihannya, Jatim II, surat suara rusak mencapai 40 persen. Namun, PKB tetap menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 sah.

"Semua memang mengalami. Tapi kalau kita ribut di situ aja bagaimana? Kita ini ke depan kan mau menyelenggarakan pemerintahan yang berlanjut kepada rakyat," tutur Lily.

Namun, dalam proses persiapan dan penyelenggaraan pilpres mendatang, PKB berharap KPU dapat memperbaiki kelemahan dan kesalahan yang dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau