Kota Bogor Buka Pengaduan DPT Pilpres

Kompas.com - 22/04/2009, 19:09 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Bersamaan dengan proses pemutakhiran data daftar pemilih tetap (DPT), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor membuka pos pengaduan masalah DPT. Sementara Kabupaten Bogor baru akan melakukan kegiatan tersebut pekan depan.

Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman mengatakan, sejak Senin (20/4) petugas Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) sudah menunjuk para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Para PPDP tersebut langsung melaksanakan tugasnya, yakni memutakhirkan DPT. Data DPT pemilu legislatif dijadikan acuan awalnya sebagai data daftar pemilih sementara (DPS).

"Kami juga membentuk pos pengaduan DPT baik di tingkat KPU, PPK, dan KPPS atau kelurahan. Jadi, nanti tidak ada lagi alasan, warga tidak terdaftar dalam DPT. Untuk mendaftarkan diri masuk dalam DPT, warga yang bersangkutan harus membawa kartu tanda penduduk setempat, kata Agus, Rabu (22/4).

Ia menambahkan, untuk Pilpres jumlah tempat pemungutan suara akan lebih sedikit daripada saat Pileg. Saat Pileg, satu TPS maksimal menampung 500 orang pemilih. Sedangkan untuk Pilpres, satu TPS harus melayani maksimal 900 orang pemilih. Jadi, jumlah TPS berkurang, orang yang mempunyai hak memilihnya bertambah. "Pada Pileg lalu, ada 1.868 TPS," terang Agus.

Adapun di Kabupaten Bogor, menurut komisioner Haryanto Surbakti, pemutakhiran data DPS untuk Pilpres direncanakan pekan depan. Hari ini penghitungan rekapitulasi perolehan suara Pileg harus selesai. "Jadi, kemungkinan KPU baru bisa rapat dengan PPK/KPPS bahas pemutakhiran DPS Pilpres. Yang menunjuk petugas PPDP tetap KPPS," katanya.

Baik Agus Teguh Suryaman maupun Haryanto Surbakti mengatakan, jadwal yang ditetapkan KPU pusat, masa pemutakhiran DPS menjadi DPT tersebut adalah sampai akhir 19 Mei ini. "Insya Allah kami bisa menyelesaikan masalah DPT tersebut tepat pada waktunya," kata Haryanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau