Tiga Menara Regatta Diserahterimakan

Kompas.com - 23/04/2009, 00:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hunian prestisius, Regatta yang berlokasi di Pantai Mutiara Jakarta Utara berhasil menyerahterimakan unit tiga menara kepada penghuni sebagai tahap awal.
   
"Proses serah terima dilaksanakan sejak November 2008, setiap tower dengan ketinggian 24 lantai memiliki 92 unit apartemen," kata Direktur Badan Kerja sama Mutiara Buana (BKMB) Suhendro Prabowo di Jakarta, Rabu (22/4).
   
Proyek Regatta rencananya membangun 10 menara apartemen, sebuah hotel taman air, dan apartemen sewa (serviced apartement) di atas lahan seluas  11 hektare, katanya.
   
Proyek ini dirancang Tom Wright, Direktur WS Atkins Consultant, konsultan arsitek dan teknik design bertaraf internasional yang terkenal dengan karya Burj Al Arab di Dubai.
    
Tom merancang Regatta dengan tema Nautical dengan konsep arsitektur  berbentuk layar terkembang dan hotel yang mempresentasikan sebagai mercusuar.
   
Lebih jauh Suhendro mengatakan Regatta yang terdiri atas tiga menara Dubai, Monte Carlo, dan Miami saat ini 75 persen sudah laku terjual, sementara menara Rio de Janero akan dijadikan sebagai serviced apartement. "Sesuai desainer kami, masing-masing lobi tower menawarkan tema mengikuti nama-nama waterfront city di dunia dengan pemandangan laut," ujarnya.
   
Pembangunan tahap kedua meliputi tiga menara apartemen dan taman air, sementara tiga menara terakhir akan dibangun pada tahap ketiga bersama dengan hotel, ujarnya.
  
Sejak awal dibangun harga apartemen ditawarkan Rp 14-15 juta per meter persegi. Akan tetapi, harga jual saat ini sudah sekitar Rp 20 juta per meter persegi sehingga sebagai investasi sangat menguntungkan, ujarnya.
   
Serah terima kunci penghuni diwakili pengusaha pemilik Telesindo Mulia Hengky Setiawan dan pengusaha pemilik Mustika Ratu Muryati Sudibyo yang masing-masing memiliki unit di Regatta.
   
Hengky yang memiliki apartemen tipe 245 mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan karena cukup dengan mengangsur 80 kali pembayaran tanpa bunga sudah dapat memiliki apartemen. Dia mengaku akan menjadikan apartemen ini sebagai investasi karena sebelumnya sudah memiliki rumah di kawasan Pantai Mutiara. 
  
Sementara itu Ketua Umum REI, Teguh Satria mengatakan, pembangunan apartemen seharusnya dibarengi dengan kebijakan bagi asing untuk dapat memiliki properti di Indonesia.
  
Hal ini juga didukung Ketua Jakarta Property Club Hendro S Gondokusumo yang mengatakan, kehadiran asing akan memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Indonesia dan pemasukan devisa untuk memperkuat ekonomi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau