JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan tidak akan melakukan privatisasi dan penjualan aset pemerintah termasuk juga BUMN untuk menutup defisit APBN 2010. Pemerintah lebih memilih untuk menambah utang baik dalam maupun luar negeri untuk menutup defisit sebesar 1,3 persen PDB.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan bahwa pemerintah akan sangat hati-hati dan konservatif dalam menentukan anggaran dalam APBN 2010 nanti.
Ia menambahkan, selain utang sumber pembiayaan masih akan mengandalkan dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan penerbitan obligasi. "Presiden menekankan, kita tidak akan melakukan privatisasi dan menjual aset negara," tegas Paskah, kemarin.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan untuk menutup defisit sebesar 1,3 persen dari PDB pada 2010, pemerintah akan menerbitkan surat utang dengan tetap memperhatikan kondisi pasar di dalam dan luar negeri. "Kita akan menambah variasi baik dari sisi jangka waktu maupun jenisnya," katanya.
Pemerintah memperkirakan penerimaan pajak akan naik moderat 14 persen. Mengantisipasi perlambatan ekonomi global dan pemulihan ekonomi maka pemerintah tidak bisa terlalu optimis dalam mentargetkan pendapatan dari pajak.
Bahkan, penerimaan akan sedikit berkurang dengan adanya subsidi pajak (DTP), dan penurunan PPh badan 3 persen dari 28 persen menjadi 25 persen. DTP PPn dan bea masuk juga akan diberikan untuk sektor tertentu, termasuk penurunan bea masuk dalam kerangka FTA. (Uji Agung Santosa/Kontan)