Ekonomi Syariah Dinilai Lebih Adil

Kompas.com - 23/04/2009, 11:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem Ekonomi syariah dinilai lebih adil dan seimbang serta terdapat persamaan posisi antara peminjam dan pemberi pinjaman dibandingkan ekonomi konvensional.

Co-author Development in Islamic Banking Ishaq Bhatti mengatakan karena persamaan posisi tersebut, kesejahteraan bagi masyarakat semakin terbuka lebar pada ekonomi syariah. Keseimbangan ini juga yang menyebabkan kedua pihak bertanggungjawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama masa kontrak. "Pemberi pinjaman (bank syariah) akan membantu dengan negosiasikan kembali term and conditionnya," kata Bhatti, di sela Australia Education Internasional Seminar Series, di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Kamis ( 23/4 ).

 

Ia melanjutkan kekuatan ekonomi syariah adalah kemitraan. Dimana kekuatan tidak hanya berada pada pemberi pinjaman. "Peminjam dan pemberi pinjaman keduanya bekerja sama untuk melindungi modal. Jika untung atau rugi keduanya akan merasakan," tuturnya.

 

Sedangkan sistem keuangan konvensional berdasarkan riba komersial. Selain itu, pada perbankan konvensional, value of money sangat dipengaruhi inflasi. "Padahal, inflasi tidak bisa diprediksi," ujarnya.

 

Saat ini di seluruh dunia keuangan syariah mengelola sekitar 500 miliar dollar AS. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 1985 yang hanya sebesar 8,5 miliar dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau