Korban Ginseng Oplosan Sudah 6 Orang Tewas

Kompas.com - 23/04/2009, 14:38 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Korban tewas yang diduga akibat meminum ginseng oplosan di Semarang bertambah menjadi enam orang. Informasi yang diperoleh dari hasil penyidikan pihak kepolisian di Semarang, hingga Kamis siang, keenam korban tewas tersebut adalah Andreas (28), warga Jalan Condrokusumo Semarang Barat, meninggal dunia di RSUP Kariadi Semarang, Rabu (22/4) pukul 05.00.
     
Bambang Utoro (41), warga Jalan Sri Rejeki RT 7 RW 2, meninggal dunia di RSUP Kariadi, Rabu (22/4) pukul 14.00; Yohanes Sugianto (38), warga Jalan Puspowarno Selatan Semarang, meninggal dunia di Rumah Sakit Elisabeth, Rabu (22/4) pagi.
     
Korban tewas lainnya adalah Denny Malik (32), warga Jalan Dr Ismangil Gisikdrono Semarang, meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Wilasa Jalan Dr Cipto; Heru Martono (54), warga Jalan Satrio Wibowo Semarang, meninggal dunia di Rumah Sakit Tugurejo. Keduanya meninggal dunia pada Kamis pukul 01.00.
     
Sedangkan Didik Setiawan (37), warga Jalan Puspogiwang II No 6 Semarang, yang sempat dirawat di RST Bhakti Wira Tamtama akhirnya meninggal dunia pada Kamis dinihari pukul 03.00.
     
Untuk pengembangan penyidikan kasus ini, pihak kepolisian masih meminta keterangan dari pemilik kios minuman sekaligus penjual minuman, Imam Lesi. Selain itu, polisi juga berencana melakukan otopsi jenazah salah satu korban guna mengetahui penyebab pasti kematian para korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau