Al Quran Huruf Jawa yang Hilang Telah Ditemukan

Kompas.com - 23/04/2009, 15:09 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Tiga jilid Al Quran huruf Jawa koleksi perpustakaan Museum Radyapustaka Solo yang dipinjam Museum Ronggowarsito dan sekarang berada di perpustakaan Masjid Jawa Tengah di Semarang, kini tengah diurus untuk dikembalikan ke Museum Radyapustaka.

"Dalam buku catatan itu ada tiga jilid Al Quran huruf Jawa dipinjam Museum Ranggowarsito dan setelah ditelusuri ternyata sekarang berada di perpustakaan Masjid Besar Jawa Tengah di Semarang," kata Ketua Komite Radyapustaka Surakarta Winarso Kalinggo, di Solo, Kamis (23/4).

Sementara itu, menyinggung 20 buah naskah kuno koleksi Museum Perpustakan Radyapustaka yang dikabarkan juga hilang, ia mengatakan saat ini sedang dilakukan pencarian.

"Sebanyak 20 buah naskah kuno itu diketahui tidak ada di tempatnya, ketika petugas sedang melakukan penataan dan membersihkan buku-buku koleksi museum," katanya.

Ia mengatakan, saat ini naskah tersebut masih terus dicari. "Kami sedang menata buku-buku yang tidak beraturan itu dan sambil mencarinya barangkali terselip," jelasnya.

Kalinggo memperkirakan, naskah-naskah tersebut kemungkinan besar tidak diperjualbelikan, tetapi untuk koleksi pribadi.

Ke-20 naskah kuno yang diduga hilang tersebut adalah empat jilid Warna-Warni Sinjang, buku gambar Songsong Keraton, Kakawin Baratayudha, empat jilid buku Bausastra, Smaradahana, Primbon Mangka Prajan, Buku S’ong Ilahe’No, Jayalengkara Purwocarito, Panji Dadap, Serat Ambiyabahwi, Serat babad Purwo serta dua buah buku Wiwoho Jarwo. "Buku S’Ong Ilahe’No merupakan buku tertua yang dibuat pada awal abad 19," kata Kalinggo.

Ia menambahkan, secara konkret pihak museum sampai saat ini belum membentuk tim khusus untuk menelusuri hilangnya naskah kuno tersebut. Namun, pihak museum akan berusaha mengembalikan kembali naskah-naskah kuno itu.

Naskah kuno yang hilang tersebut berasal dari awal abad 17 hingga tahun 1800-an. Salah satu isi dari naskah kuno yang hilang yakni Warna-Warna Sinjang berisikan tentang motif-motif kuno batik dan proses pembuatannya.

Saat ini sebanyak 1.400-an naskah kuno tersimpan di perpustakaan Museum Radyapustaka, baik naskah dalam bentuk tulisan Jawa kuno maupun cetakan. Sedangkan untuk keseluruhan naskah yang ada termasuk yang rusak sebanyak 2.000-an naskah kuno.

"Ada yang tulisan carik atau huruf Jawa dan cetakan, termasuk naskah dalam daun lontar juga ada," ujar Kurnia Herniawati, salah satu petugas perpustakaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau