JAKARTA, KOMPAS.com — Pertumbuhan pengguna Blackberry di Indonesia dalam 2 tahun terakhir terbilang tinggi. Namun, hingga kini harga smartphone tersebut masih mahal dan hanya menyentuh segmen masyarakat kelas menengah ke atas saja.
Group Head Marketing PT Indosat Tbk Teguh Prasetya mengatakan, pihaknya akan mengajak produsen Blackberry, Research In Motion (RIM), untuk membangun pabrik di Indonesia. Hal ini dinilai akan memicu turunnya harga jual Blackberry.
"Kami ingin mengajak investor dan RIM untuk membuat pabrik di Indonesia. Kita buat device-nya di Indonesia, kalau pabriknya dekat, kan ongkosnya jadi lebih murah, jadi harga Blackberry juga bisa lebih murah. Harus kita gerakkan mumpung belum ada Blackberry buatan China," kata Teguh, di sela talkshow bersama komunitas Blackberry, di Jakarta, Kamis (23/4).
Ia mengakui, saat ini RIM hanya memiliki pabrik yang terletak di negara dengan penetrasi pasar Blackberry kecil, seperti Ceska. Karena itu, lanjutnya, dengan pertumbuhan pengguna Blackberry yang cukup tinggi di Indonesia akan menarik perhatian RIM untuk berinvestasi di Indonesia.
Teguh berharap, ke depan RIM dapat memproduksi Blackberry dengan harga murah yang dapat menyentuh kelas menengah ke bawah.
"Kami sampaikan kepada RIM agar mereka (RIM) membuat Blackberry di bawah harga Rp 1 juta agar menyentuh seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang