JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Partai Golkar berencana memboikot hasil rapat pimpinan nasional khusus (rapimnasus) partai beringin yang diputuskan hari ini, Kamis (23/4) di Hotel Borobudur, Jakarta. Pada rapimnasus diputuskan bahwa Golkar akan mengusung Ketua Umum Jusuf Kalla sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden mendatang.
Sejumlah Ketua DPD Tingkat II yang hadir dalam pertemuan dengan Akbar Tandjung di Hotel Aryaduta Jakarta sore ini menyatakan siap memboikot jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terus mempertahankan keputusan tersebut.
"Kami mendorong semua DPD Tingkat II untuk menekan DPP mencabut hasil rapimnasus," tutur Ketua DPD Tingkat II Kota Pontianak Gusti Hersan Aslirosa.
Hersan berharap bahwa tekanan dari DPD Tingkat II ke DPD Tingkat I dapat berbuah hasil yang menggoyahkan keputusan rapimnasus. Pasalnya, DPD Tingkat II adalah institusi yang paling dekat dengan basis massa.
Hal senada disampaikan Ketua DPD Tingkat II Ambon Yance. Menurut dia, keputusan rapimnasus tidak mewakili aspirasi akar rumput Golkar di daerah. "Kami siap menentangnya," tutur Yance.
Gusti mengatakan, di Kalimantan Barat, 10 dari 14 DPD Tingkat II mendukung koalisi kembali Golkar dengan Demokrat. Oleh karena itu, Gusti akan terus memperjuangkan aspirasi tersebut meski ancaman pencopotan dari posisi strategis partai terbuka lebar. "Saya siap dipecat. Enggak ada masalah karena saya bekerja untuk partai ini, dan untuk menegakkan peraturan," tandas Gusti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang