Sejumlah DPD II Golkar Ancam Boikot

Kompas.com - 23/04/2009, 17:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Partai Golkar berencana memboikot hasil rapat pimpinan nasional khusus (rapimnasus) partai beringin yang diputuskan hari ini, Kamis (23/4) di Hotel Borobudur, Jakarta. Pada rapimnasus diputuskan bahwa Golkar akan mengusung Ketua Umum Jusuf Kalla sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden mendatang.

Sejumlah Ketua DPD Tingkat II yang hadir dalam pertemuan dengan Akbar Tandjung di Hotel Aryaduta Jakarta sore ini menyatakan siap memboikot jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terus mempertahankan keputusan tersebut.

"Kami mendorong semua DPD Tingkat II untuk menekan DPP mencabut hasil rapimnasus," tutur Ketua DPD Tingkat II Kota Pontianak Gusti Hersan Aslirosa.

Hersan berharap bahwa tekanan dari DPD Tingkat II ke DPD Tingkat I dapat berbuah hasil yang menggoyahkan keputusan rapimnasus. Pasalnya, DPD Tingkat II adalah institusi yang paling dekat dengan basis massa.

Hal senada disampaikan Ketua DPD Tingkat II Ambon Yance. Menurut dia, keputusan rapimnasus tidak mewakili aspirasi akar rumput Golkar di daerah. "Kami siap menentangnya," tutur Yance.

Gusti mengatakan, di Kalimantan Barat, 10 dari 14 DPD Tingkat II mendukung koalisi kembali Golkar dengan Demokrat. Oleh karena itu, Gusti akan terus memperjuangkan aspirasi tersebut meski ancaman pencopotan dari posisi strategis partai terbuka lebar. "Saya siap dipecat. Enggak ada masalah karena saya bekerja untuk partai ini, dan untuk menegakkan peraturan," tandas Gusti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau