JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah krisis perekonomian yang belum pulih, Bank Danamon mampu meraih keuntungan Rp. 393 miliar sampai pada Kuartal Pertama 2009, total dana pihak ketiga tumbuh 20 persen menjadi Rp 74,6 miliar dalam setahun. Dana tersebut membawa Loan to Deposit Ratio (LDR) Danamon menjadi 81,4 persen.
"Kami melihat pekembangan positif di seluruh segmen usaha kami dalam kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya," kata Direktur Utama Danamon Sebastian Paredes saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4). Hal ini terjadi, lanjutnya, karena Danamon memanfaatkan peluang yang ada.
Berikutnya, Direktur dan Chief Finacial Officer Danamon Vera Eve Lim menjelaskan bagian kinerja keuangan. "Laba bersih per saham dasar mencapai Rp 77,90 per lembar saham, sementara ROAA mencapai 1,5 persen dan ROAE 14,4 persen," kata Vera.
Dari sektor kredit, lanjut Vera, Danamon mencapai kenaikan secara keseluruhan 13 persen atau sebesar Rp 7,4 triliun.
"Pertumbuhan kredit itu didorong oleh bisnis mass market yang tumbuh 25 persen setahun terakhir," katanya. Kredit mass market yang dimaksud adalah kredit mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) yang tumbuh 20 persen, kredit tanpa agunan melalui CMM dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance naik 21 persen.
"Pencapaian pada kuartal pertama 2009 ini menjadi modal berarti untuk melangkah pada kuartal-kuartal berikutnya," kata Vera.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang