JAKARTA, KOMPAS.com — Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni memerintahkan petugas untuk memaksa masuk rumah warga ekslusif dan bangunan kosong yang ditinggalkan penghuninya untuk melakukan fogging dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Cara itu ditempuh bila pemilik atau penghuni rumah menolak kehadiran petugas untuk melakukan upaya penanggulangan deman berdarah (DBD).
"Jika perlu saya akan mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk memperkuat petugas dalam menjalankan tugasnya. Jika pemilik takut kehilangan hartanya, kita akan jamin keamanan dengan bekerja sama dengan musyawarah pimpinan kota (Muspiko)," ujar Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni saat kunjungan monitoring penanggulangan kasus DBD di Kelurahan Menteng, Kamis (23/4).
Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini, pemaksaan fogging dan PSN agar melindungi warga sekitar kawasan itu termasuk penghuni rumah itu sendiri dari gigitan nyamuk penyebar penyakit DBD.
Sebelumnya, Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Effendi Anas memerintahkan para camat dan lurah untuk tidak melayani pengurusan administrasi antara lain kartu identitas, keterangan domisili, perpanjangan sertifikat, dan pindah rumah bagi warga Menteng yang tak peduli fogging dan PSN (Kompas, 3/4).
Perintah itu dikeluarkan karena sejumlah petugas mengeluh banyak pemilik dan penghuni rumah dan bangunan merah di kawasan itu tidak mau melaksanakan fogging dan PSN dan fogging. Padahal, menurut Effendi, rumah mewah di kawasan itu banyak kosong karena sering ditinggal pergi pemiliknya sehingga menjadi sarang nyamuk saat menjelang dan berakhirnya musim hujan.
Bangunan kosong
Sylviana mengatakan, petugas harus tetap masuk ke pekarangan rumah atau bangunan kosong yang jumlahnya cukup banyak untuk melakukan fogging dan PSN. Selain melakukan kegiatan itu, petugas juga diharapkan menanam tujuh jenis tanaman yang dapat mengusir nyamuk Aedes aegypti, penular DBD yakni kemangi, lengkoas, sereh, jahe, jeruk purut, lavender, dan zodia.
"Saya akan memberikan surat tugas kepada Satpol PP (satuan polisi pamong praja) untuk masuk dan menanam ketujuh jenis tanaman perdu itu sehingga nyamuk penyebar DBD tak bersarang di tempat itu," paparnya.
Lurah Menteng Suhardi Masdar mengatakan, bangunan kosong dan warga menolak fogging dan PSN terdapat di Jalan Tegal, Syamsurizal, Semerang, Cikditiro, Ki Mangunsarkoro, dan Jalan Garut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang