Tim Moncong Putih Sambangi JK

Kompas.com - 23/04/2009, 19:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Kamis (23/4) malam, mendatangi kediaman pribadi Ketua Umum Partai Golkar M Jusuf Kalla, Menteng, Jakarta Pusat. Rombongan PDI Perjuangan tersebut menemui para elite Partai Golkar beberapa saat seusai forum Rapat Pimpinan Nasional Khusus yang menetapkan JK sebagai capres dari Partai Golkar.

Tim tersebut antara lain Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Taufik Kiemas, Sekretaris Jenderal Pramono Anung, Ketua DPP Tjahjo Kumolo, politisi senior Panda Nababan, serta putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.

Rombongan tersebut diterima oleh JK, Sekjen Sumarsono, dan Ketua Dewan Penasihat Surya Paloh. Menurut keterangan Paloh seusai mengikuti Rapimnasus tadi sore, pertemuan tersebut bertujuan membangun komunikasi politik dan koalisi. PDI Perjuangan disebut-sebut sebagai parpol yang berpotensi digandeng partai bernomor urut 23 tersebut.

Setibanya di kediaman JK, para elite partai papan atas tersebut sempat menemui para wartawan dan fotografer di halaman. Setelah berpose selama satu menit, mereka pun langsung memasuki kediaman Mega dan melakukan pertemuan tertutup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau