JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka penculik, Fina, mengaku memberi imbalan kepada anggota Ajun Komisaris Sus, Brigadir Satu Sam, dan Brigadir Dua Sim. Ketiga anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya ini oleh Jaenudin (46), dituduh menganiaya dan menculik dirinya, Alan (20), Ana (19), dan Kusnadi (60).
"Klien saya memang memberi uang makan dan uang saku kepada ketiga anggota Brimob itu untuk menjemput Jaenudin. Besarnya berapa, dia tidak menyebutkan," ungkap Jack Sidabutar, kuasa hukum Fina kepada wartawan, Kamis (23/4).
Ia mengaku, ketiga anggota Brimob itu bersalah karena bertindak di luar wewenangnya. "Mungkin karena ketiga anggota Brimob itu merasa, sebagai warga negara mereka terpanggil ikut membantu mengamankan situasi," kata Jack.
Menurut kliennya, ketiga anggota Brimob itu tidak menganiaya dan menculik. "Mereka cuma menjemput dan mencari informasi mengenai emas curian milik klien saya," ucap Jack.
Baik polisi, pengacara Fina dan pengacara Jaenudin, Johnson Panjaitan, mengatakan, Ana menyerahkan emas curian kepada Alan. Alan lalu menyerahkan emas curian kepada Jaenudin. Meski demikian, ketiga pihak mengaku tidak pernah melihat satu pun barang bukti emas curian tersebut.
Ana jadi tersangka
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mochamad Iriawan mengatakan, kini Ana sudah menjadi tersangka penadah emas curian.
Tiga tersangka lain adalah Jaenudin dan Alan yang dituduh menadah emas curian, dan Fina sebagai tersangka penculikan. Sementara itu, ketiga anggota Brimob yang disuruh dan mendapat imbalan dari Fina, tidak dipidana. Alasannya, bukti bahwa ketiganya menganiaya dan menculik, lemah.
Namun, Johnson membantah. "Hasil visum dugaan penganiayaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ada di Polres Metro Jakarta Pusat," tegasnya.
Menurut dia, Jaenudin cuma tukang batu di Losari Cirebon yang tidak mengenal Fina. Johnson menduga, ketiga anggota Brimob salah menculik dan menganiaya kliennya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang