JAKARTA, KOMPAS.com —
Mereka sebagian besar berada di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Pemerintah Indonesia harus memprioritaskan kebijakan yang berorientasi mengurangi penganggur.
Sinkronisasi dunia pendidikan dengan dunia kerja dan dukungan penuh industri kreatif tak bisa diabaikan. Para pengambil keputusan harus bertindak cepat supaya Indonesia tidak kebanjiran penganggur berusia muda.
Demikian isu yang mengemuka dalam konferensi angkatan kerja muda yang diselenggarakan Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jakarta, Kamis (23/4).
Pada acara itu juga diluncurkan Jejaring Angkatan Kerja Muda Indonesia (Indonesia Youth Employment Network/IYEN).
Koordinator Sekretariat Bersama IYEN Komara Djaya mengungkapkan, pemerintah kini memprioritaskan pendidikan kejuruan untuk menghasilkan tenaga terampil dan terdidik.
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah bekerja sama dengan Kadin untuk program pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja lulusan pendidikan formal.
Manajer Pelatihan Thiess Contractor Seskoadi mengungkapkan, pemda juga harus lebih berperan mendorong pendidikan kejuruan berbasis potensi lokal yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.