Wuih, Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia Tertinggi di Dunia

Kompas.com - 24/04/2009, 08:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis menghantam hampir seluruh negara di dunia. Satu per satu, perekonomian semua anjlok dalam hantaman resesi. Alhasil, tingkat kepercayaan masyarakat dan investor di masing-masing negara pun ikut melorot.

Namun, survei kepercayaan konsumen global The Nielsen Company terbaru yang dilakukan 19 Maret-2 April 2009 mengungkapkan, Indonesia berada di posisi puncak indeks kepercayaan konsumen global dengan level 104 poin. Baru kemudian diikuti oleh Denmark sebesar 102 poin dan India 99 poin.

Ternyata, negara yang paling pesimistis adalah Korea Selatan dengan besar indeks hanya 31 poin, diikuti oleh Portugal dan Latvia dengan tingkat indeks masing-masing sebesar 48 poin. "Indonesia aman secara politik. Hal itu berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi dan kepercayaan konsumen," ujar Catherine Eddy, Direktur Eksekutif Consumer Research The Nielsen Company.

Menurut Catherine, negara-negara emerging market seperti Rusia, Arab dan Brazil mengalami penurunan terbesar kepercayaan konsumen selama enam bulan terakhir. Melemahnya nilai mata uang menjadi penyebab utamanya. "Ekspor yang lemah dan harga komoditas global yang jatuh turut menjadi penyebab," tegasnya. Catherine bilang, Amerika Latin adalah kawasan dengan kepercayaan konsumen yang paling terpukul. Indeks jatuh 15 poin menjadi 82 poin dari sebelumnya 97 poin. (Epung Saepudin/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau