Diserbu Nasabah, Bank Century Minta Bantuan Polisi

Kompas.com - 24/04/2009, 13:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Century meminta bantuan Mabes Polri untuk mengamankan operasional kantornya di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Mereka menilai rencana demonstrasi yang dilakukan investor PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia dapat mengganggu operasional perbankan.

Mereka meminta Polri melakukan tindakan tegas bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. Seperti tindakan anarkis, memaksa kehendak, atau melakukan ancaman.

"Kami aparat pemerintah yang ditugaskan oleh pemerintah penyehatan bank, di mana bank ini sudah mulai sehat. Yang mulai sehat ini kalau ada suatu gangguan ya kita akan laporkan kepada pihak berwenang, yakni kepolisian," ujar Direktur Utama Bank Century Maryono kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (24/4).

Dia meminta masyarakat harus mengerti duduk persoalannya. Masalah Antaboga itu, lanjutnya, merupakan masalah investasi yang dilakukan antara investor dan PT Antaboga Delta Sekuritas. "Di mana kasus Antaboga ini adalah kasus pidana penipuan murni yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian," tuturnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abu Bakar Nataprawira membenarkan kabar soal kedatangan jajaran direksi PT Bank Century. Menurut dia, PT Bank Century meminta perlindungan terhadap aset-asetnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau