Indonesia-China Kerjasama Teliti Obat Stroke Herbal

Kompas.com - 24/04/2009, 17:02 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Beijing University of Chinese Medicine (BUCM) bekerjasama dalam penelitian pembuatan produk obat stroke berbasis tanaman atau herbal Indonesia seperti alang-alang dan sambiloto.
    
Kepala Pusat Studi Biofarmaka IPB Prof Dr Ir Latifah K Darusman, MS di Bogor, Jumat menjelaskan bahwa kerjasama selama tiga tahun itu juga mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, pelaksanaan pelatihan serta seminar-seminar. Ia menjelaskan, obat stroke berbasis herbal ini rencananya akan dipergunakan sebagai obat alternatif di rumah sakit.
    
Berkaitan dengan ini, kata dia, BUCM telah bekerjasama dengan Rumah Sakit Husada Jakarta membangun  "Unit Complementary Alternative Medicine". Unit ini dipergunakan Rumah Sakit Husada untuk menawarkan obat herbal pada masyarakat.
    
Dalam kaitan tersebut, kata dia, delegasi BUCM yang dipimpin "Vice President of Foreign Affair" Prof Wang Zhong berkunjung ke IPB Selasa (21/4) dan disambut Rektor IPB, Dr Ir Herry Suhardiyanto.
    
Rektor IPB didampingi Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Anas Miftah Fauzi, Kepala Sub Direktorat Program Internasional Dr drh Muhammad Agil, M.Sc.Agr, Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat  (LPPM) Bidang Penelitian, Prof Ronny M.Rurr, dan Kepala Pusat Studi Biofarmaka.

Kunjungan rombongan BUCM ini merupakan kunjungan balik empat perguruan tinggi Indonesia yakni IPB, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Gajah Mada, saat mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke RRC Oktober 2008. Selain itu, juga menindaklanjuti kerjasama yang telah ditandatangani tanggal 27 Mei 2008.

Menurut dia, kerjasama BUCM dengan empat perguruan tinggi tersebut mencakup pendirian S2 Herbal Medicine di Universitas Indonesia yang melibatkan tim IPB, rancangan pendirian pendidikan farmasi herbal antara IPB dan Unair, serta penelitian pembuatan produk obat stroke
berbasis tanaman Indonesia dimaksud.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau