Bisa Jadi M Nuh Dampingi SBY

Kompas.com - 24/04/2009, 19:15 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Dr Henry Subiakto, berpendapat, calon wakil presiden (cawapres) yang akan digandeng Susilo Bambang Yudhoyono untuk maju pada Pilpres 2009 kemungkinan tidak dari politisi, tetapi dari kalangan profesional partisan.

Hal itu karena Yudhoyono telah menyampaikan lima kriteria cawapres yang akan mendampinginya dan dari kriteria-kriteria tersebut peluang politisi yang akan digandeng sangat kecil, dan justru ada tokoh dari kalangan profesional, kata Hendry di Padang, Jumat.
     
Ia menyebutkan, lima kriteria cawapres yang disebutkan Yudhoyono itu yakni harus memiliki integritas, kapabilitas, loyalitas, harus bisa diterima masyarakat luas, dan harus meningkatkan kekokohan serta efektivitas.

Menurut dia, jika dilihat dari kriteria loyalitas maka sulit ada pada politisi, terutama pimpinan partai politik, karena dia berkepentingan untuk membesarkan partainya yang berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Selain itu, tambahnya, Yudhoyono membutuhkan pendamping yang bisa ikut membesarkan Partai Demokrat, dan tentu diharapnya bukan dari dalam Demokrat sendiri atau dari politisi partai lain yang sulit diharapkan untuk hal tersebut.

Karena itu, kemungkinan besar figur yang akan digandeng Yudhoyono adalah kalangan profesional tetapi mempunyai basis pada organisasi massa besar di Indonesia, kata Hendri.

Alasan lain, figur dari kalangan profesional tentu dapat diterima masyarakat luas karena tidak ada kepentingan terhadap kekuatan potik atau kelompok tertentu, tambahnya.

Ketika disebutkan, Akbar Tandjung mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar juga punya peluang digandeng Yudhoyono, Henry mengatakan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu telah menyebutkan tidak akan menggandeng kader Golkar sebagai cawapres.

Dengan demikian, peluang Akbar sepertinya tertutup untuk digandeng Yudhoyono sebagai cawapresnya, katanya.

Saat ditanya siapa kalangan profesional yang punya peluang digandeng Yudhoyono, Henry menyebutkan, bisa saja tokoh figur profesional yang kini cukup dekat dan sering berada bersama Yudhoyono dalam sejumlah kesempatan.

Bisa saja, figur itu adalah Prof Dr Ir M Nuh yang saat ini Menteri Komunikasi dan Informasi RI, tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau