Giliran Golkar DIY Ogah Tanda Tangani Berita Acara Rekapitulasi

Kompas.com - 24/04/2009, 19:35 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DI Yogyakarta tegas menyatakan tidak akan menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Legislatif 2009 di DIY karena menduga telah terjadi kecurangan dalam penghitungan hasil Pemilu 2009, kini giliran DPD Partai Golkar DIY juga menyusul tidak bersedia menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara.

Selama ada yang tidak benar dalam penghitungan suara, ada angka geseh (selisih) dari hitungan saksi kami, kami tidak akan tanda tangan, ungkap Wakil Ketua DPD Partai Golkar DIY Dedy Suwadi, Jumat (24/4) di Yogyakarta.

Dedy mengaku mendapatkan laporan dari saksi-saksi dan beberapa pengurus Partai Golkar di DIY bahwa Partai Golkar DIY kehilangan ratusan suara. Tidak jelas ke mana larinya suara yang hilang itu.

Sebelumnya, Kamis (23/4), Ketua DPD PDI-P DIY Djuwarto juga menyatakan tidak akan menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Legislatif 2009 di DIY. PDI-P menemukan adanya penggelembungan suara dalam penghitungan hasil Pemilu 2009 di tingkat TPS dan PPK. "Kami tak akan menandatangani berita acara sebelum indikasi kecurangan pemilu diselesaikan," ungkap Djuwarto.

Anggota KPU Provinsi DIY Sapardiyono mengatakan keberatan terhadap proses rekapitulasi harus disampaikan oleh saksi parpol. Keberatan itu akan diterima sepanjang ada bukti valid dan resmi yaitu berita acara yang dikeluarkan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) maupun KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). "Akan kami akomodir keberatan itu. Bisa saja dihitung ulang sebelum penandatanganan berita acara rekapitulasi untuk mencocokkan data perolehan suara," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau