Meski Belum Bicarakan Capres, Golkar Akui Ada Kemajuan

Kompas.com - 24/04/2009, 22:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun belum memutuskan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung dalam pemilihan presiden dan wapres Juli mendatang, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Iskandar Manji menilai hasil pembicaraaan empat mata antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla dan Ketua Umum DPPP PDI Perjuangan Megawati Soekanoputri ada kemajuan dibandingkan dua pertemuan sebelumnya.

Kemajuan itu adalah dibentuknya tim teknis di antara kedua partai untuk merumuskan segala aspek terkait koalisi kedua partai, sebelum memutuskan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung kedua partai tersebut. Keputusan siapa capres dan cawapres koalisi kedua partai tersebut akan diputuskan pada awal Mei mendatang.

"Kita harus sabar kalau mau membangun koalisi yang baik dan sepadan. Tunggu saja sampai awal Mei nanti antara tanggal 1-5 Mei, keputusan itu (capres dan cawapres) akan dikeluarkan. Memang, tidak mudah (koalisi), dan kita sepakat membahas dulu segala aspek terkait koalisi, termasuk merumuskan apa itu koalisi. Karena koalisi yang akan kita wujudkan belum pernah ada seperti koalisi yang dikenal di Eropa," tandas Iskandar, saat dihubungi Kompas, Jumat (24/4) malam.

Menurut Iskandar, meskipun hasil pembicaraan kedua pimpinan parpol itu belum memutuskan capres dan cawapres, Partai Golkar tidak kecewa. "Proses pemilu sendiri kan masih berjalan. Jadi, belum sampai ke situ (capres dan cawapres). Ukuran-ukuran masih akan dibicarakan lagi oleh tim teknis kedua partai," tambah Iskandar.

Iskandar melanjutkan, di tengah-tengah pertemuan tim teknis yang akan dijalankan kedua partai, Kalla dan Megawati masih akan melakukan pertemuan empat mata pada saat-saat yang akan ditentukan oleh mereka sendiri.

"Kedua pimpinan partai juga menyadari jika kader-kader Partai Golkar dan PDI Perjuangan, yang ada di DPR Pusat sampai di DPRD Tingkat I dan II serta para kepala daerah dijadikan satu, itu akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Karena itu, disadari kekuatan koalisi yang akan dibangun bersama," demikian Iskandar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau