JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun belum memutuskan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung dalam pemilihan presiden dan wapres Juli mendatang, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Iskandar Manji menilai hasil pembicaraaan empat mata antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla dan Ketua Umum DPPP PDI Perjuangan Megawati Soekanoputri ada kemajuan dibandingkan dua pertemuan sebelumnya.
Kemajuan itu adalah dibentuknya tim teknis di antara kedua partai untuk merumuskan segala aspek terkait koalisi kedua partai, sebelum memutuskan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung kedua partai tersebut. Keputusan siapa capres dan cawapres koalisi kedua partai tersebut akan diputuskan pada awal Mei mendatang.
"Kita harus sabar kalau mau membangun koalisi yang baik dan sepadan. Tunggu saja sampai awal Mei nanti antara tanggal 1-5 Mei, keputusan itu (capres dan cawapres) akan dikeluarkan. Memang, tidak mudah (koalisi), dan kita sepakat membahas dulu segala aspek terkait koalisi, termasuk merumuskan apa itu koalisi. Karena koalisi yang akan kita wujudkan belum pernah ada seperti koalisi yang dikenal di Eropa," tandas Iskandar, saat dihubungi Kompas, Jumat (24/4) malam.
Menurut Iskandar, meskipun hasil pembicaraan kedua pimpinan parpol itu belum memutuskan capres dan cawapres, Partai Golkar tidak kecewa. "Proses pemilu sendiri kan masih berjalan. Jadi, belum sampai ke situ (capres dan cawapres). Ukuran-ukuran masih akan dibicarakan lagi oleh tim teknis kedua partai," tambah Iskandar.
Iskandar melanjutkan, di tengah-tengah pertemuan tim teknis yang akan dijalankan kedua partai, Kalla dan Megawati masih akan melakukan pertemuan empat mata pada saat-saat yang akan ditentukan oleh mereka sendiri.
"Kedua pimpinan partai juga menyadari jika kader-kader Partai Golkar dan PDI Perjuangan, yang ada di DPR Pusat sampai di DPRD Tingkat I dan II serta para kepala daerah dijadikan satu, itu akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Karena itu, disadari kekuatan koalisi yang akan dibangun bersama," demikian Iskandar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang