CHARLOTTE, KOMPAS.com — Tiga bank di AS dihentikan operasinya sehingga total bank yang telah ditutup di negara adidaya tersebut tahun ini mencapai 28. Tiga bank yang diperintahkan ditutup itu adalah American Southern Bank di Georgia, Michigan Heritage Bank, serta First Bank of Beverly Hills di California.
Peningkatan jumlah bank yang ditutup itu berlangsung saat harga kredit kepemilikan rumah merosot. Hal ini juga diakibatkan lonjakan angka pengangguran yang mengakibatkan kalangan individu dan bisnis tak mampu melunasi utang mereka.
Namun, kalangan investor di bursa saham AS tidak memedulikan kondisi kesehatan perbankan ini. Sejumlah saham Amerika Latin juga tercatat mengalami kenaikan tertinggi dalam penutupan transaksi beberapa bulan terakhir. Kenaikan saham Amerika Latin berlangsung saat investor tidak terlalu larut dalam kekhawatiran akan data ekonomi lokal yang suram.
Indeks Dow Jones di bursa Wall Street naik 119,23 atau 1,5 persen serta ditutup akhir pekan ini pada 8.076,29 setelah sempat melonjak hingga 117 poin. Indeks terkemuka lainnya di bursa Wall Street juga mengalami kenaikan. Indeks The Standard & Poor's 500 naik 14,31 poin atau 1,7 persen serta ditutup pada 866,23 dan indeks gabungan Nasdaq melonjak 42,08 atau 2,6 persen serta ditutup pada 1.694,29.
Sementara indeks Ibovespa di Brasil naik 2,1 persen serta ditutup pada 46.772 atau tertinggi sejak 1 Oktober tahun lalu walaupun angka pengangguran di negara ini mencapai kenaikan hingga 9 persen pada Maret. Indeks IPC di Meksiko melonjak 3,5 persen menjadi 22.582 atau angka penutupan tertinggi sejak 6 Januari. Lonjakan indeks IPC itu berlangsung saat investor mengantisipasi kemungkinan bank sentral Meksiko kembali memotong tingkat suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang