Produktivitas Kopi Bali Masih Rendah

Kompas.com - 25/04/2009, 14:04 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Meski perkebunan kopi masih menjadi primadona dan unggulan Pulau Dewata, produktivitasnya masih rendah, sekitar 600 kilogram bijih kopi kering per hektar dari standar 800 kilogram per hektar.

Salah satu penyebabnya adalah pengelolaan perkebunan yang masih sederhana dan tradisional oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat malas merawat dengan telaten karena harga kopi turun.

Penurunannya tercatat sekitar 18 persen dari Rp 20.000 menjadi Rp 16.500 per kilogram sejah akhir tahun 2008 dan harga ini belum menutup biaya produksinya. "Kami ingin juga hasil panenan baik, tetapi kami jadi malas jika harganya terus turun. Belum lagi pupuk juga naik," kata Komang Dodo, petani kopi dari Desa Batungsel, Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali Gede Ardhana menyatakan, produktivitas perkebunan kopi Bali perlu perhatian serius karena masih menjadi andalan Bali. "Kami perlu memberikan semangat petani agar rajin mengelola kebunnya. Tetapi, kami juga tidak menyalahkan karena harga juga sedang tidak baik," kata Ardhana.

Berdasarkan catatan Dinas Perkebunan Bali, luas areal perkebunan kopi di Bali mencapai total 32.000 hektar. Dari areal seluas itu, produksinya tercatat sekitar 19.200 ton. Dinas Perkebunan Bali berupaya meningkatkan kesadaran petani melalui penyuluhan-penyuluhan.

Penyuluhan dilakukan guna mengingatkan pentingnya pemeliharaan tanaman kopi melalui pemangkasan daun, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Namun, ia menyadari keterbatasan jumlah petugas penyuluh diakui juga menjadi kendala dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman. "Kami hanya memiliki 104 petugas penyuluh perkebunan di seluruh Bali. Mereka bekerja untuk semua produk perkebunan, tidak hanya kopi," kata Ardhana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau