Rahmad Kecewa, Daniel Puas

Kompas.com - 25/04/2009, 23:37 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Rahmad Darmawan mengakui timnya masih terbawa strategi permainan di ACL (Asian Champions League) sebelumnya, sehingga pada pertandingan melawan Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (25/4) hanya imbang 1-1.

"Dalam beberapa laga terakhir SFC menerapkan strategi bermain bertahan, sehingga saat melakukan strategi menyerang pemain terlihat kaku sekali," kata Rahmad, di Palembang, Sabtu malam, usai kesebelasan "Laskar Wong Kito" itu bermain imbang dengan Persiba.

Menurut Rahmad, kondisi ini semakin diperburuk dengan kurangnya variasi dalam serangan.

"Strategi yang dilancarkan demikian mudah terbaca dan menjadi mentah, karena aliran bola hanya mengandalkan umpan-umpan panjang langsung dari belakang tanpa melewati gelandang lagi," ujar mantan pelatih Persija dan Persipura ini.

Namun, skor imbang ini justru merupakan hasil yang memuaskan bagi Daniel Roekito, pelatih Persiba Balikpapan.

"Kami bersyukur dapat memenuhi target semula. Sejak awal saya menekankan pemain untuk disiplin dan kerja keras," ujar Daniel.

Ia pun mengaku mengarahkan timnya untuk menerapkan strategi zona marking.

"Saya tegaskan mereka supaya menjaga pemain SFC jangan sampai ke kotak penalti, karena pemain SFC terkenal jago sundulan dan strategi ini berhasil," ujar mantan pelatih Persik Kediri ini. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau