PALEMBANG, KOMPAS.com - Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Rahmad Darmawan mengakui timnya masih terbawa strategi permainan di ACL (Asian Champions League) sebelumnya, sehingga pada pertandingan melawan Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (25/4) hanya imbang 1-1.
"Dalam beberapa laga terakhir SFC menerapkan strategi bermain bertahan, sehingga saat melakukan strategi menyerang pemain terlihat kaku sekali," kata Rahmad, di Palembang, Sabtu malam, usai kesebelasan "Laskar Wong Kito" itu bermain imbang dengan Persiba.
Menurut Rahmad, kondisi ini semakin diperburuk dengan kurangnya variasi dalam serangan.
"Strategi yang dilancarkan demikian mudah terbaca dan menjadi mentah, karena aliran bola hanya mengandalkan umpan-umpan panjang langsung dari belakang tanpa melewati gelandang lagi," ujar mantan pelatih Persija dan Persipura ini.
Namun, skor imbang ini justru merupakan hasil yang memuaskan bagi Daniel Roekito, pelatih Persiba Balikpapan.
"Kami bersyukur dapat memenuhi target semula. Sejak awal saya menekankan pemain untuk disiplin dan kerja keras," ujar Daniel.
Ia pun mengaku mengarahkan timnya untuk menerapkan strategi zona marking.
"Saya tegaskan mereka supaya menjaga pemain SFC jangan sampai ke kotak penalti, karena pemain SFC terkenal jago sundulan dan strategi ini berhasil," ujar mantan pelatih Persik Kediri ini. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang