TURIN, KOMPAS.com - Pelatih Juventus, Claudio Ranieri, menyimpan rahasia tentang kegagalan timnya musim ini. Namun, ia menolak membeberkannya sebelum musim berakhir.
Setelah berupaya menggeser Inter Milan di puncak klasemen, Juventus harus rela tergusur ke urutan tiga karena AC Milan berhasil mencetak selisih gol lebih banyak. Juve dan Milan kini sama-sama tertinggal sepuluh poin di bawah Inter.
Ini bukan kondisi yang menguntungkan bagi "I Bianconeri". Selepas tersingkir di Coppa Italia, "Si Nyonya Besar" hampir tak mungkin meraih Scudetto musim ini. Nama Ranieri pun menjadi taruhannya, meski akhirnya Juventus memantapkan posisinya sebagai pelatih musim depan.
"Saya tahu situasi di belakang semua ini, masalah dan penyebabnya. Saya tak ingin membahasnya. Saya hanya mau mengatakannya di akhir musim," kata pelatih berambut putih itu.
Ranieri hanya menegaskan bahwa sumber masalah itu bukan berasal dari perpecahan pemain. Alessandro Del Piero dkk tetap patuh pada instruksinya dan telah menampilkan penampilan terbaik mereka.
"Tak seorang pun mengecewakan saya dan saya yakin tidak ada pemain yang mencoba memberontak. Tim telah memberikan yang terbaik," ujarnya.
Pernyataan Ranieri ini tetap tak menyurutkan kekecewaan pendukung Juve. Juventini bahkan sempat mengirimkan surat terbuka yang meminta adanya pergantian pelatih. Ranieri dianggap gagal karena tak memberikan satu pun gelar juara bagi tim tersebut. (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang