Hastomo Arbi: Pembagian Grup Untungkan Indonesia

Kompas.com - 27/04/2009, 22:21 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Hasil undian turnamen bulu tangkis Piala Sudirman 2009 menguntungkan Indonesia. Pasalnya, tim Merah-putih punya peluang sangat besar untuk menembus babak semifinal.

Hal itu dikatakan mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi. Menurutnya, Indonesia yang berada di Grup 1A bakal menjadi pendamping China untuk memperoleh tiket babak empat besar.

Seperti yang sudah diberitakan, pada kejuaraan beregu campuran ini yang berlangsung di Guangzhou, China, 10-17 Mei, Indonesia segrup dengan tuan rumah, Inggris dan Jepang. Di atas kertas, hanya China yang menjadi lawan terberat.

"Saya lihat peluang Indonesia untuk melangkah ke babak semifinal terbuka lebar karena kita satu grup dengan juara bertahan China. Untuk grup ini, saya kira Indonesia dan China yang akan melangkah ke babak empat besar," ungkap Hastomo, Senin (27/4).

Menurut dia, Sony Dwi Kuncoro dan kawan-kawan akan menjadi runner-up grup dan pada babak semifinal mendatang diperkirakan akan bertemu Denmark atau Korea Selatan.

"Kalau kita bertemu China pada babak penyisihan tampaknya akan kesulitan karena dari materi pemain, tampaknya mereka lebih merata dibandingkan kita," ungkap pahlawan Piala Thomas 1984 tersebut.

Menurut peraturan, di semifinal akan terjadi pertemuan silang, di mana juara Grup 1A melawan runner-up Grup 1B. Pada grup sebelah itu (1B,red), Denmark yang menjadi unggulan utama kejuaraan ini termasuk salah satu kandidat, di samping Korea dan Malaysia--meskipun Hongkong tak boleh diremehkan.

Tentang peluang Indonesia jika bertemu Denmark atau Korea, Hastomo tak menjawabnya secara pasti. Menurutnya, kedua negara itu memiliki kelemahan dan kelebihan sehingga tidak ada persoalan jika harus bertemu salah satu dari mereka.

Ia menyebutkan, bila bertemu Denmark maka peluang tunggal putra yang akan diwakili Sony sedangkan Denmark adalah Peter Gade, tentunya sama 50:50. Kemudian tunggal putri (Maria Kristin) bertemu Tine Rasmussen (Denmark) peluang cukup berat.

Untuk ganda putra, Indonesia punya peluang lebih besar, 55-45 dibandingkan Denmark, sedangkan untuk ganda putri peluangnya sama 50:50.

Apabila bertemu Korea, menurutnya peluang Indonesia juga masih ada karena tim "Negeri Ginseng" ini memiliki kekuatan di ganda putra, ganda putri, dan tunggal putri.

"Kita harus bisa mengambil salah satu dari ketiga nomor tersebut untuk meraih kemenangan, karena untuk tunggal putra dan ganda campuran kemungkinan bisa kita rebut," katanya.

Sejak Piala Sudirman untuk pertama kali digelar tahun 1989, Indonesia sudah tujuh kali menjadi finalis. Sayang, tujuh peluang dari 10 perhelatan tersebut, Indonesia hanya satu kali jadi juara, yakni saat kejuaraan tersebut pertama kali digelar.

Dalam dua penyelenggaraan terakhir, 2005 di Beijing dan 2007 di Glasgow, Indonesia menjadi finalis yang kalah dari China.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau