JAKARTA, KOMPAS.com — Jauh-jauh dari negeri seberang, penyelenggara pemilihan umum di Palestina, Central Elections Commission (CEC) Palestine, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia untuk belajar tentang persiapan pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (27/4).
Ketua CEC As'ad Mubarak mengaku bahagia karena memperoleh sambutan yang baik dari Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary. Selama satu hari penuh kemarin, sejumlah personel CEC mengikuti sharing teori dari staf Sekretariat Jenderal KPU, dilanjutkan dengan mengikuti rekapitulasi manual penghitungan suara yang diselenggarakan di Hotel Borobudur.
As'ad menamakan kunjungan personel CEC sebagai kunjungan belajar. "Ini sangat bermakna. Cara KPU menyusun kegiatan belajar ini sangat tepat. Tadi pagi mendapat teori dari staf sekretariat. Malamnya lihat langsung proses rekapitulasi," tutur As'ad dalam keterangan pers tadi malam.
Deputi Ketua CEC Ashraf Shuaibi yang menangani teknis pemilu di Palestina mengatakan, pihaknya banyak belajar dari pemilu di Indonesia, terutama soal tata cara perekrutan staf KPU, persiapan logistik, pengadaan dan penyelenggaraan teknologi informasi, serta model Media Center.
Sebagai sesama penyelenggara, Ashraf menilai pekerjaan KPU sudah baik meski menuai protes dari banyak pihak. Dia juga menuturkan bahwa tidak ada satu pun proses penyelenggaraan pemilihan yang sempurna. "Saya kira di tengah tantangan yang berat, termasuk soal geografis, KPU Indonesia sudah bekerja maksimal dan hasilnya baik," puji Ashraf.
Kunjungan CEC Palestina ke Indonesia berlangsung dari tanggal 26-30 April mendatang. Menurut jadwal di Media Center KPU, pada hari terakhir, CEC akan berkunjung ke Jawa Barat untuk melihat langsung tahapan pemilu legislatif dan presiden di bumi Sangkuriang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang