WHO Naikkan Level Pandemi

Kompas.com - 29/04/2009, 05:26 WIB
MEXICO CITY, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia meningkatkan level peringatan pandemi menjadi level 4. Hal itu mengindikasikan risiko pandemi flu babi sudah di depan mata.

Level peringatan pandemi ditingkatkan setelah para ahli menggelar pertemuan darurat, Senin (27/4) di Geneva, Swiss. Level 4 berarti virus flu babi telah menunjukkan kemampuan terus-menerus untuk menular dari manusia ke manusia dan bisa menyebabkan penularan pada level komunitas.

”Apa yang bisa diinterpretasikan dari semua ini adalah langkah signifikan ke arah pandemi influenza. Akan tetapi, ini juga fase yang mengatakan, kita belum sampai ke sana (pandemi),” kata Asisten Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Keiji Fukuda.

Menurut Fukuda, penyebaran virus flu babi yang pertama kali dideteksi di Meksiko itu sudah tidak bisa dibendung lagi. Virus flu subtipe H1N1 itu sudah terlalu luas penyebarannya sehingga pembendungan bukan lagi pilihan yang mungkin dilakukan. Negara-negara kini harus fokus pada pengurangan dampak virus tersebut.

Fukuda menambahkan, para ahli tidak merekomendasikan penutupan perbatasan atau larangan perjalanan. ”Dengan begitu luasnya penyebaran virus flu babi, penutupan perbatasan dan larangan perjalanan benar-benar hanya berdampak kecil untuk menghentikan pergerakan virus,” ujarnya.

Hingga Selasa, beberapa negara telah mengonfirmasi kasus flu babi, yaitu Israel, Selandia Baru, dan Skotlandia. Australia dan Selandia Baru melaporkan, lebih dari 100 orang diduga terinfeksi virus flu babi.

Negara lain, seperti Hongkong dan Korea Selatan, melakukan tes terhadap sejumlah warga negaranya yang diduga terjangkit flu babi. Otoritas China juga memeriksa beberapa orang yang menunjukkan gejala-gejala mencurigakan.

Di Eropa, kasus yang dicurigai sebagai kasus flu babi tengah dimonitor di beberapa negara, yaitu Denmark, Perancis, Irlandia, Swedia, dan Swiss. Pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan darurat kesehatan publik karena sudah ada 44 kasus di lima negara bagian.

Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan, jumlah korban tewas akibat flu babi bertambah menjadi 152 orang. Sebanyak 20 orang telah dikonfirmasi terjangkit flu babi.

Cordova mengatakan, kasus pertama flu babi di Meksiko dicurigai berasal dari sebuah peternakan babi di Negara Bagian Oaxaca. Namun, ia menekankan, tidak ada yang tahu titik asal maupun penyebaran virus itu.

Sejauh ini, korban terbanyak akibat flu babi berusia 20-50 tahun. Pandemi yang terjadi pada masa lalu ditandai oleh tingginya kematian di kalangan mereka yang berusia muda. (ap/afp/reuters/bbc/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau