PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di beberapa sekolah SMP sederajat di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berlangsung tertib. Namun, berdasarkan informasi yang didapatkan, salah seorang siswi SMP Nusantara memilih mengundurkan diri untuk melaksanakan perkawinan daripada ikut ujian nasional.
Ketua Yayasan SMP Nusantara, Palangkaraya, Lukartina Butarbutar, Selasa (28/4) kemarin, mengatakan, pelaksanaan UN tahun ini di sekolahnya selayaknya dihadiri oleh 52 orang siswa dan siswi. Namun berdasarkan keterangan terakhir, salah seorang siswinya memilih mengundurkan diri tidak ikut UN, lantaran memilih kawin.
"Kami sudah telanjur mendaftarkannya untuk mengikuti ujian nasional, tetapi belakangan dia malah memilih mengundurkan diri untuk melaksanakan perkawinan," ujarnya, tanpa menyebutkan identitas siswi SMP favorit di Palangkaraya tersebut.
Dia mengungkapkan, siswa dan siswi yang hadir dalam pelaksanaan UN tahun ini hanya sebanyak 51 orang yang ditempatkan dalam tiga ruangan dan tiap ruangan diawasi oleh dua orang petugas. "Tahun lalu semua siswa dan siswi kami lulus ujian nasional 100 persen, mudah-mudahan tahun ini mendapatkan hal yang sama," ujarnya lagi.
Sementara itu, pantauan di SMPN 1 Palangkaraya yang juga sekolah favorit di Palangkaraya, hari kedua pelaksanaan UN masih mengalami kekurangan materi soal. Untuk soal Bahasa Inggris hanya mencapai 10 lembar untuk ruang tujuh yang berisi 20 orang siswa.
Pengawas UN setempat, Yuel Udak, mengatakan, soal untuk paket A sebanyak 10 lembar tidak ada sehingga pihaknya terpaksa secepatnya meminta tambahan ke Posko UN di Disdik setempat agar kekurangan soal tersebut dapat tertutupi.
"Memang waktunya sempat tersita sekitar 15 menit untuk mengambil soal tambahan tersebut, tetapi tidak mengganggu pelaksanaan UN, karena jarak antara SMPN 1 dengan Posko UN dekat," ujarnya lagi.
Menurut mantan Kepala Sekolah SMPN 1 ini, pelaksanaan UN sehari sebelumnya juga ada lembaran soal yang kurang halamannya sehingga pihaknya juga harus pontang-panting ke Posko Disdik untuk meminta tambahan kekurangan soal tersebut.
Wali Kota Palangkaraya, HM Riban Satia, yang melakukan pemantauan langsung ke beberapa sekolah yang malaksanakan UN tersebut meminta pihak sekolah secepatnya melaporkan segala kekurangan soal ataupun lembar jawaban siswa ke posko UN agar kekurangan tersebut bisa segera diantisipasi. (TUR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang