Duh, Kok Pilih Kawin daripada UN?

Kompas.com - 29/04/2009, 10:16 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di beberapa sekolah SMP sederajat di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berlangsung tertib. Namun, berdasarkan informasi yang didapatkan, salah seorang siswi SMP Nusantara memilih mengundurkan diri untuk melaksanakan perkawinan daripada ikut ujian nasional.

Ketua Yayasan SMP Nusantara, Palangkaraya, Lukartina Butarbutar, Selasa (28/4) kemarin, mengatakan, pelaksanaan UN tahun ini di sekolahnya selayaknya dihadiri oleh 52 orang siswa dan siswi. Namun berdasarkan keterangan terakhir, salah seorang siswinya memilih mengundurkan diri tidak ikut UN, lantaran memilih kawin.

"Kami sudah telanjur mendaftarkannya untuk mengikuti ujian nasional, tetapi belakangan dia malah memilih mengundurkan diri untuk melaksanakan perkawinan," ujarnya, tanpa menyebutkan identitas siswi SMP favorit di Palangkaraya tersebut.

Dia mengungkapkan, siswa dan siswi yang hadir dalam pelaksanaan UN tahun ini hanya sebanyak 51 orang yang ditempatkan dalam tiga ruangan dan tiap ruangan diawasi oleh dua orang petugas. "Tahun lalu semua siswa dan siswi kami lulus ujian nasional 100 persen, mudah-mudahan tahun ini mendapatkan hal yang sama," ujarnya lagi.

Sementara itu, pantauan di SMPN 1 Palangkaraya yang juga sekolah favorit di Palangkaraya, hari kedua pelaksanaan UN masih mengalami kekurangan materi soal. Untuk soal Bahasa Inggris hanya mencapai 10 lembar untuk ruang tujuh yang berisi 20 orang siswa. 

Pengawas UN setempat, Yuel Udak, mengatakan, soal untuk paket A sebanyak 10 lembar tidak ada sehingga pihaknya terpaksa secepatnya meminta tambahan ke Posko UN di Disdik setempat agar kekurangan soal tersebut dapat tertutupi.

"Memang waktunya sempat tersita sekitar 15 menit untuk mengambil soal tambahan tersebut, tetapi tidak mengganggu pelaksanaan UN, karena jarak antara SMPN 1 dengan Posko UN dekat," ujarnya lagi.

Menurut mantan Kepala Sekolah SMPN 1 ini, pelaksanaan UN sehari sebelumnya juga ada lembaran soal yang kurang halamannya sehingga pihaknya juga harus pontang-panting ke Posko Disdik untuk meminta tambahan kekurangan soal tersebut.

Wali Kota Palangkaraya, HM Riban Satia, yang melakukan pemantauan langsung ke beberapa sekolah yang malaksanakan UN tersebut meminta pihak sekolah secepatnya melaporkan segala kekurangan soal ataupun lembar jawaban siswa ke posko UN agar kekurangan tersebut bisa segera diantisipasi. (TUR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau