Lagi, Hanura Sambangi Rumah JK

Kompas.com - 29/04/2009, 10:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar Partai Golkar dan Partai Hati Nurani Rakyat hendak berkoalisi menghadapi Pemilu Presiden 2009 tampaknya semakin menguat saja.

Sejak Senin lalu, kedua petinggi partai politik telah melakukan komunikasi politik. Pagi ini, pentolan Partai Hanura, seperti Sekretaris Jenderal Yus Usman dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Fahrur Rozy kembali mengunjungi Posko II Slipi di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta. "Iya benar, kami akan ke sana," ujar Fahrur ketika dihubungi Kompas.com.

Menurut Fahrur, tidak ada yang istimewa pada pertemuan tersebut. Kedua petinggi tersebut mengaku akan bertemu dengan beberapa petinggi DPP Partai Golkar, bukan Ketua Umum Golkar M Jusuf Kalla. "Hanya membahas hal-hal teknis," ujarnya.

Sebelumnya, Senin malam, Yus Usman juga menemui JK di Posko II Slipi. Ketua Umum Hanura Jenderal TNI Purn Wiranto juga mendadak menyusul ke posko yang berimpitan dengan rumah dinas wapres tersebut pada tengah malam. Keesokan harinya, Mantan Panglima ABRI tersebut langsung memimpin rapat pleno dengan fungsionaris Hanura. Namun, belum jelas materi yang dibahas pada pertemuan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau