JAKARTA, KOMPAS.com — Para politisi yang akan berebut kekuasan pada Pilpres 2009 nanti diharapkan mau menurunkan gengsinya. Sebab, perilaku ngotot untuk masing-masing tokoh ingin jadi calon presiden telah mencemaskan publik.
Pengamat politik Daniel Sparingga, Rabu (29/4) di Jakarta, mengatakan, peta koalisi yang kabur dan manuver politik yang tidak berpihak pada publik meningkatkan kecemasan publik dan pasar akibat ketidakpastian yang sistemik sehingga memungkinkan kegamangan politik di Indonesia.
Karena itu, para tokoh yang ingin berebut kursi presiden sebaiknya cukup rendah hati agar masyarakat bisa mendapatkan harapan dan kepercayaan terhadap pemerintahan ke depan.
Menurut Daniel, kehidupan politik membutuhkan sanering politik yang dimaksudkan agar semua politisi yang membanderol diri sebagai capres itu menurunkan gengsinya. "Misalnya Prabowo kenapa tidak jadi Menteri Pertanian saja. Kan iklan-iklannya banyak soal pertanian. Kemudian JK bisa jadi Menko Perekonomian dan Wiranto jadi Menko Polkam," tutur Daniel dalam diskusi bertajuk "Kecenderungan Koalisi Pilpres 2009 dan Masa Depan Sistem Presidensial" di Gedung LIPI, Selasa (28/4).
Jika itu dilakukan, koalisi pemerintahan yang terbentuk ke depan menjadi lebih kuat dengan dukungan parlemen yang kuat pula dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga kembali menguat.
Di tengah kekaburan peta politik akhir-akhir ini, Daniel memandang para politisi membutuhkan mediasi politik yang difasilitasi oleh para peneliti politik untuk menyampaikan cara dan strategi berpolitik yang beretika sehingga tidak mengecewakan masyarakat.
Secara jangka panjang, menurut Daniel, Indonesia membutuhkan akademi politik di mana para politisi dapat belajar berpolitik secara elok dan bersusila. "Ini serius karena negara kian modern, sedangkan civil society tidak turut menjadi modern," tandas Daniel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang