JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah Karantina Hewan Babi Kapuk di Cengkareng, Jakarta Barat, mengantisipasi pencegahan wabah flu babi dengan peningkatan pengawasan lalu lintas ternak dan penyemprotan desinfektan dua kali sehari.
"Kami meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak, antara lain dengan memperketat pemeriksaan dokumen atau surat asal hewan serta surat kesehatan hewan dari dinas peternakan setempat," kata penanggung jawab Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Karantina Kapuk, Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, drh Ramzi Cut Ahmad di Jakarta, Rabu (29/4).
Menurut dia, babi yang masuk ke RPH di tempat tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Tengah, seperti Solo, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Semarang, serta sebagian kecil dari Medan dan Kalimantan Barat.
Berdasarkan data jumlah potongan hewan babi di RPH tersebut, sudah hampir sebulan ini jumlah potongan menurun, terlebih setelah merebaknya kasus wabah flu babi. Sebagai contoh jika dibandingkan jumlah potongan hewan babi pada hari Jumat 17 April 2009 yang mencapai 536 ekor, namun pada Jumat 24 April 2009 hanya 510 ekor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang