JAKARTA, KOMPAS.com - Valentino Rossi gagal naik podium pertama pada dua seri perdana MotoGP musim 2009 ini. Pada Sirkuit Motegi, Qatar dan Losail, Jepang, "The Doctor" yang berstatus juara bertahan selalu finis di posisi nomor dua.
Pada seri perdana dia jauh tertinggal dari Casey Stoner yang unggul tujuh detik. Kemudian di seri kedua pekan lalu, Rossi kembali harus kehilangan posisi terdepan. Menempati pole position, pebalap berusia 30 tahun itu gagal mempertahankan posisi karena digeser oleh rekan setimnya, Jorge Lorenzo, yang keluar sebagai juara.
Dua kegagalan tersebut membuat Rossi agak frustrasi, karena bakal kesulitan untuk mempertahankan gelarnya. Juara dunia enam kali di kelas primer itu pun memasang target, dia harus memulai kemenangan di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan ini.
"Kami telah membuat start yang bagus pada awal musim karena dua kali naik podium. Ini menunjukkan kami cukup konsisten. Tetapi kami sekarang harus membuat langkah yang lebih maju lagi," ungkapnya.
"Motegi merupakan balapan yang bagus, tetapi kami memiliki satu atau dua masalah, sehingga harus segera dibenahi," tambah pria kelahiran Urbano tersebut.
Nah, akhir pekan ini Rossi optimistis bakal mengakhiri penantiannya untuk menjadi juara. Menurutnya, Jerez merupakan panggung "gembira" karena dia telah lima kali naik podium nomor satu dari delapan kali balapan MotoGP di trek itu.
"Kami telah memiliki banyak data dari Jerez, karena kami dua kali melakukan tes di sana pada musim dingin. Karenanya, saya berharap ini akan membantu kami untuk menemukan setting yang bagus. Seperti sudah digariskan, kami sangat kuat di trek itu dan selalu menyenangkan membalap di sana," jelas Rossi.
Sementara itu, Lorenzo juga punya keyakinan bakal berjaya di Jerez karena sirkuit tersebut merupakan "rumahnya". Alhasil, mantan juara dunia kelas 250cc itu optimistis, dia akan mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara.
"Motivasiku sangat tinggi karena saya datang ke rumah sendiri sebagai pimpinan klasemen. Saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi," ungkap pebalap Spanyol tersebut.
"Saya punya feeling yang sangat bagus di Jepang, dan saya menikmati motor ini di setiap tikungan. Meskipun demikian, saya harus hati-hati karena masih perlu banyak belajar bagaimana membalap dengan ban Bridgestone yang masih baru bagiku," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang