Tertekan Krisis, NPL Bank Mandiri Naik

Kompas.com - 29/04/2009, 18:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) Gross Bank Mandiri Tbk meningkat menjadi 5,85 persen pada kuartal I tahun 2009 dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama yang hanya sebesar 5,1 persen.

"Dampak tekanan krisis keuangan global masih terasa sehingga NPL naik," kata EVP Coordinator Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala Mansury, di sela jumpa pers Laporan Keuangan Bank Mandiri Kuartal I 2009 , di Plasa Mandiri, Jakarta, Rabu ( 29/4 ).

Ia melanjutkan NPL net juga naik menjadi 1,46 persen dibandingkan tahun 2008 pada periode yang sama sebesar 1,31 persen. Kendati NPL naik, namun total pertumbuhan kredit Bank Mandiri naik sebesar 30,5 persen dari sebelumnya sebesar Rp 135 ,5 triliun menjadi Rp 176 ,9 triliun.

Pertumbuhan kredit terlihat di setiap Strategic Business Unit (SBU), yakni corporate banking tumbuh sebesar 51,7 persen, commercial banking tumbuh sebesar 24,1 persen. Selain itu, treasury international banking tumbuh 29,9 persen menjadi Rp 4,41 triliun. Consumer finance tumbuh mencapaiu Rp 19,66 triliun dan kredit micro serta small masing-masing tumbuh sebesar 57,1 persen dan 12,9 persen menjadi Rp 4,55 triliun dan Rp 14,10 triliun.

"Total pembiayaan di segmen small business, micro dan consumer menunjukkan perkembangan yang sudah mencapai Rp 38,31 triliun," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau