JAKARTA, KOMPAS.com - PermataBank mencatat pertumbuhan signifikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 41 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (YoY). Hingga 31 Maret 2009, angkanya mencapai Rp 42,6 triliun atau naik dari Rp 30,2 triliun.
Secara rinci, DPK itu didukung oleh deposito dan giro yang mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 75 persen dan 13 persen menjadi Rp 26,8 triliun dan Rp 8,7 triliun. Sementara, tabungan berada pada posisi stabil di Rp 7,1 triliun.
Sementara itu, seperti dikatakan Direktur Utama PermataBank Stewart D. Hall, Rabu (29/4), total aset berada di angka Rp 54,1 triliun. Kemudian, rasio kredit bermasalah berada di angka 2,6 persen hingga Maret tersebut. Angka ini jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia sebesar lima persen.
Selanjutnya, pendapatan bunga bersih tumbuh 5 persen (YoY) menjadi Rp 648,2 miliar didorong oleh pertumbuhan kredit meskipun diimbangi oleh biaya dana yang tinggi.
Sementara itu , pendapatan operasional lainnya meningkat hingga 30 persen (YoY) menjadi Rp 177,1 miliar utamanya ditopang oleh performa yang kuat di bisnis Treasury. Laba operasional tercatat Rp 240,8 miliar atau meningkat sebesar 14 persen dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 211,6 miliar.
Namun demikian, laba bersih tercatat turun tipis sebesar 4 persen menjadi Rp 169,3 miliar disebabkan penurunan dari pendapatan operasional lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang