KPK Akan Periksa TI KPU

Kompas.com - 30/04/2009, 11:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim teknologi informasi (TI) KPU yang dipimpin Ketua Bagian Informasi dan Data KPU Emil Tarigan dijadwalkan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini pukul 10.00.

"Hari ini dijadwalkan KPU akan ke sini pukul 10.00. Yang datang dari bagian SDM TI KPU Emil Tarigan bersama dua tim lain," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Kamis (30/4).

Sebelumnya, KPK menjamin pemeriksaan TI akan menyentuh semua penanggung jawab. Ketua Tim Evaluasi Pencegahan Korupsi Pemilu 2009 Haryono Umar menyatakan, penelusuran ini akan menyisir bagian pengadaan alat TI KPU dan bisa berjenjang ke atas (komisioner).

"Memang kami mulai melakukan pemeriksaan terhadap tim TI KPU dulu," ujarnya.

Namun, ia menegaskan, pemeriksaan ini takkan terhenti di tataran tim TI. Ia menyatakan, jika terdapat keterlibatan komisioner tetap akan ditindaklanjuti. "Kami masih akan lihat hasilnya, penelusuran akan dilakukan dengan berjenjang ke atas," ujarnya.

Haryono menegaskan, untuk sementara tim yang dipimpinnya masih berkonsentrasi untuk meneliti seputar masalah TI. Untuk pengadaan surat suara dan lainnya belum menjadi pokok evaluasi. "Prioritas kami ke TI dulu," ujarnya.

Untuk sementara KPK telah menemukan gambaran awal klarifikasi. Menurutnya, tim evaluasi masih menelusuri pengadaan TI, aturan, dan penerapan aturan. "Intinya, penyebab keterlambatan harus ditemukan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau