JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pemilu presiden, Masyarakat Peduli Demokrasi akan mengunjungi tujuh partai politik besar untuk menyerukan agar tidak berkoalisi dengan pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Sebanyak tujuh parpol yang akan ditemui, yakni PDI-Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Kami mengimbau agar parpol tidak menjual dirinya. Jangan jadikan kehidupan politik Indonesia seperti pasar ternak," kata Anggota Masyarakat Peduli Demokrasi Goenawan Mohamad, di sela jumpa pers, di Jakarta, Kamis (30/4).
Ia menyayangkan sikap partai yang memutuskan untuk berkoalisi dengan orang-orang yang diduga merupakan pelaku pelanggaran HAM pada masa Orde Baru, yakni Prabowo Subianto dan Wiranto.
Karena itu, siang ini Masyarakat Peduli Demokrasi akan mengunjungi perwakilan PDI-P di Lenteng Agung.
"Kami berharap agar koalisi capres cawapres yang ikut pemilu hendaknya berkoalisi dengan etika dan moral. Jangan melukai hati rakyat. Dan hendaknya dalam berkoalisi ini juga memikirkan kepentingan bangsa dan budaya ke depan," paparnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang