Depdiknas dan LIPI Teliti Biodiversitas Selat Makassar

Kompas.com - 30/04/2009, 15:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Ekspedisi Biodiversitas Kebaharian. Program riset terpadu kelautan ini dipusatkan di perairan Selat Makassar yang difokuskan di Teluk Toli-Toli.

"Ekpedisi akan dilaksanakan pada tanggal 3-10 Mei 2009 yang bertujuan mendokumentasikan data dan informasi kelautan, khususnya ekosistem pesisir dan bota lautnya, mengetahui kondisi dinamika oeseanografi, dan meberikan rekoendasi untuk pemanfaatan serta pengelolaan wilayah perairan yang berkelanjutan," kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas, Fasli Jalal dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adalah data dasar dan informasi biota laut, makalah dan artikel ilmiah (nasional dan internasional), monograf, peta-peta tematik, serta masukkan untuk pengelolaan sumberdaya pesisir dan bahari dalam rangka peningkatn pengelolaan dan pengembangan sumberdaya pesisir.

"Para peneliti ekspedisi biodiversiti kebaharian tersebut akan diikutsertakan dalam kegiatan konferensi kebaharian tingkat dunia (World Ocean Conference-WOC) yang dilaksanakan pada 11-15 Mei 2009 di Manado," katanya. Para peneliti akan mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya dalam sidang WOC 2009 yang akan dihadiri para peneliti, ilmuwan, dan masyarakat kelautan berbagai negara.

Kapuslit Oceanografi LIPI Suharsono mengatakan, Teluk Toli-Toli yang berada di daerah pertemuan Laut Sulawesi dan Selat Makassar memiliki karakteristik perairan oseanik yang diduga mendapat pengaruh besar dari fenomena Arus Lintas Indonesia (Arlindo).

"Pengaruh Arlindo diperkirakan turut membantu dalam distribusi biota laut di kawasan Indo pasifik dan sekaligus memicu keanekaragaman biota yang tinggi akibat peningkatan kesuburan dan kualitas yang berkesinambungan," katanya.

Kegiatan riset terpadu atau ekspedisi biodiversiti kebaharian di selat Makassar ini akan melibatkan 13 dosen beberapa perguruan tinggi bidang kelautan yaitu dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Haluoleo, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Tadulako.

Selanjutnya, Universitas Nusa Cendana, Universitas Hang Tuah Surabaya, Univeristas Mulawarman, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Pattimura serta tujuh peneliti LIPI, dua pengamat dan sebagainya.

Ekspedisi biodiversitas kebaharian di selat Makassar ini menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII milik LIPI. Pelepasan resmi Tim Ekspedisi Biodiversitas Kebaharian di Selat Makassar dilakukan pada tanggal 3 Mei 2009 di Makassar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau