JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Ekspedisi Biodiversitas Kebaharian. Program riset terpadu kelautan ini dipusatkan di perairan Selat Makassar yang difokuskan di Teluk Toli-Toli.
"Ekpedisi akan dilaksanakan pada tanggal 3-10 Mei 2009 yang bertujuan mendokumentasikan data dan informasi kelautan, khususnya ekosistem pesisir dan bota lautnya, mengetahui kondisi dinamika oeseanografi, dan meberikan rekoendasi untuk pemanfaatan serta pengelolaan wilayah perairan yang berkelanjutan," kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas, Fasli Jalal dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adalah data dasar dan informasi biota laut, makalah dan artikel ilmiah (nasional dan internasional), monograf, peta-peta tematik, serta masukkan untuk pengelolaan sumberdaya pesisir dan bahari dalam rangka peningkatn pengelolaan dan pengembangan sumberdaya pesisir.
"Para peneliti ekspedisi biodiversiti kebaharian tersebut akan diikutsertakan dalam kegiatan konferensi kebaharian tingkat dunia (World Ocean Conference-WOC) yang dilaksanakan pada 11-15 Mei 2009 di Manado," katanya. Para peneliti akan mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya dalam sidang WOC 2009 yang akan dihadiri para peneliti, ilmuwan, dan masyarakat kelautan berbagai negara.
Kapuslit Oceanografi LIPI Suharsono mengatakan, Teluk Toli-Toli yang berada di daerah pertemuan Laut Sulawesi dan Selat Makassar memiliki karakteristik perairan oseanik yang diduga mendapat pengaruh besar dari fenomena Arus Lintas Indonesia (Arlindo).
"Pengaruh Arlindo diperkirakan turut membantu dalam distribusi biota laut di kawasan Indo pasifik dan sekaligus memicu keanekaragaman biota yang tinggi akibat peningkatan kesuburan dan kualitas yang berkesinambungan," katanya.
Kegiatan riset terpadu atau ekspedisi biodiversiti kebaharian di selat Makassar ini akan melibatkan 13 dosen beberapa perguruan tinggi bidang kelautan yaitu dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Haluoleo, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Tadulako.
Selanjutnya, Universitas Nusa Cendana, Universitas Hang Tuah Surabaya, Univeristas Mulawarman, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Pattimura serta tujuh peneliti LIPI, dua pengamat dan sebagainya.
Ekspedisi biodiversitas kebaharian di selat Makassar ini menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII milik LIPI. Pelepasan resmi Tim Ekspedisi Biodiversitas Kebaharian di Selat Makassar dilakukan pada tanggal 3 Mei 2009 di Makassar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang