Menurut Obama, India Salah Tafsir

Kompas.com - 30/04/2009, 18:12 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Kamis (30/4), mengatakan, obsesi Pakistan memandang India sebagai ancaman besar adalah salah tafsir. Sebaliknya, kata Obama, ’ancaman terbesar’ bagi India datang dari dalam negerinya sendiri.
   
Mengenai Pakistan, Obama menyatakan prihatin atas ’situasi yang menyedihkan’ itu. Ia menyatakan kepercayaannya bahwa AS akan menjamin bahwa senjata-senjata nuklir Islamabad adalah ’aman dan terjamin.’
   
"Anda mulai menyaksikan beberapa pengakuan dalam beberapa hari terakhir ini, bahwa obsesi dengan India sebagai ancaman besar bagi Pakistan adalah salah duga, dan bahwa ancaman terbesar mereka hingga sekarang adalah datang dari dalam negerinya sendiri," ujarnya.
   
"Anda akan mulai menyaksikan bahwa militer Pakistan memberikan perhatian lebih serius terhadap ancaman-ancaman dari para gerilyawan garis keras," kata Obama dalam konferensi pers ketiganya yang ditayangkan secara langsung sejak memangku jabatan 20 Januari.
   
Mengenai persenjataan nuklir Pakistan, Obama mengatakan, "Saya percaya bahwa kita bisa meyakinkan bahwa persenjataan nuklir Pakistan aman. Terutama karena militer Pakistan, saya rasa mengakui bahaya senjata itu jika jatuh ke tangan yang salah."
   
"Kami telah melakukan konsultasi dan kerja sama militer dengan militer dengan cukup kuat," tegasnya.
   
Obama, yang telah menyelesaikan 100 hari pertama pemerintahannya hari ini, mengatakan bahwa pemerintah sipil di Pakistan masih ’sangat rentan’ dan tak mempunyai kemampuan bahkan untuk melayani kebutuhan dasar warganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau