WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Kamis (30/4), mengatakan, obsesi Pakistan memandang India sebagai ancaman besar adalah salah tafsir. Sebaliknya, kata Obama, ’ancaman terbesar’ bagi India datang dari dalam negerinya sendiri.
Mengenai Pakistan, Obama menyatakan prihatin atas ’situasi yang menyedihkan’ itu. Ia menyatakan kepercayaannya bahwa AS akan menjamin bahwa senjata-senjata nuklir Islamabad adalah ’aman dan terjamin.’
"Anda mulai menyaksikan beberapa pengakuan dalam beberapa hari terakhir ini, bahwa obsesi dengan India sebagai ancaman besar bagi Pakistan adalah salah duga, dan bahwa ancaman terbesar mereka hingga sekarang adalah datang dari dalam negerinya sendiri," ujarnya.
"Anda akan mulai menyaksikan bahwa militer Pakistan memberikan perhatian lebih serius terhadap ancaman-ancaman dari para gerilyawan garis keras," kata Obama dalam konferensi pers ketiganya yang ditayangkan secara langsung sejak memangku jabatan 20 Januari.
Mengenai persenjataan nuklir Pakistan, Obama mengatakan, "Saya percaya bahwa kita bisa meyakinkan bahwa persenjataan nuklir Pakistan aman. Terutama karena militer Pakistan, saya rasa mengakui bahaya senjata itu jika jatuh ke tangan yang salah."
"Kami telah melakukan konsultasi dan kerja sama militer dengan militer dengan cukup kuat," tegasnya.
Obama, yang telah menyelesaikan 100 hari pertama pemerintahannya hari ini, mengatakan bahwa pemerintah sipil di Pakistan masih ’sangat rentan’ dan tak mempunyai kemampuan bahkan untuk melayani kebutuhan dasar warganya.