Antasari Bantah Ditangkap

Kompas.com - 30/04/2009, 23:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar membantah berbagai isu tentang keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Nasrudin. Dalam sebuah pesan singkat melalui ponsel, ia membantah kabar mengenai pemanggilan dirinya oleh kepolisian.  

"Ini tidak benar,  hal semacam ini kerap terjadi sebagai ketua KPK, " ujarnya.

Antasari juga mengaku siap diperiksa kepolisian menyoal dugaan keterlibatannya. "Saya siap diperiksa polisi, karena saya juga penegak hukum. Tidak mungkin saya kabur.  Saya malah melindungi  Nasrudin, karena dia adalah saksi saya. Karena dia beberapa kali melaporkan adanya korupsi di RNI (Rajawali Nusantara Indonesia-red), sekitar beberapa bulan lalu," ungkap Antasari.

Kepada para wartawan yang menunggunya di Gerbang Masuk Kompleks Perumahan Giri Loka II Bumi Serpong Damai, Kamis (30/4) malam ini, Antasari juga mengaku sudah mendengar berbagai berita miring tentang dirinya.

Berbagai isu mengenai Antasari memang beredar sepanjang hari ini. Dari isu soal pencekalan dirinya hingga penangkapan oleh polisi.  Sore tadi, Antasari dikabarkan dicekal. Tetapi ketika hal itu dikonfirmasi ke Humas Imigrasi Maroloan Jonas Barimbing, ia mengaku belum tahu. 
Bahkan ia terkesan sangat terkejut ketika mengetahui yang dimaksud adalah Antasari Azhar yang Ketua KPK.

Malam ini juga sempat beredar isu bahwa Antasari sudah ditangkap. Ada yang menyebut Antasari diperiksa di Polda Metro Jaya, ada juga yang menyebut di Mabes Polri.  Hingga malam ini, sejumlah wartawan masih menunggu di Bareskrim Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau